Laurent Mekies membuka tabir di balik kebangkitan Max Verstappen dalam perburuan gelar Formula 1 2025. Bos Red Bull itu menegaskan bahwa tekad pantang menyerah dari tim menjadi kunci utama di tengah tekanan besar.
Mekies mengambil alih kursi prinsipal tim dari Christian Horner pada Juli 2025, tepat ketika Verstappen tertinggal lebih dari 100 poin dari pemuncak klasemen. Saat itu, McLaren tampil dominan dan duel juara sepertinya hanya milik dua pembalapnya, Oscar Piastri dan Lando Norris.
Namun, Verstappen menolak menyerah. Setelah libur musim panas, ia tampil agresif dan berhasil memangkas jarak poin secara dramatis. Meski akhirnya kalah tipis dua poin dari Norris, perjuangan tersebut menjadi salah satu kisah heroik musim ini.

Berbicara kepada RACER, Mekies mengaku tahun itu seperti rollercoaster. "Bergabung tahun lalu, beberapa minggu pertama terasa tidak nyata. Tapi ada dorongan besar untuk membalikkan keadaan setelah awal musim 2025 yang sulit," ujarnya.
Salah satu momen krusial adalah saat Pierre Wache dan tim menolak menyerah pada performa mobil RB21 yang kurang kompetitif. Mereka terus membawa upgrade berarti daripada mengalihkan fokus ke regulasi 2026.
"Mereka punya semua alasan untuk move on, dengan regulasi baru dan mesin baru. Tapi tidak ada yang mau melakukan itu. Perlahan, mereka menemukan sweet spot baru untuk mobil, dan bersama Red Bull Racing , itu memicu comeback," jelas Mekies.
Kegagalan meraih gelar kelima beruntun memang menyakitkan, tapi semangat yang ditunjukkan Verstappen dan tim menjadi modal berharga menatap musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!