Analisis mendalam dari Sportrik mengungkapkan bahwa kepala tim McLaren, Andrea Stella, menyebut ketiadaan "superstar" sebagai faktor kunci di balik kesuksesan tim pada musim Formula 1 2025. Selain itu, pendekatan tim yang kolaboratif telah mendorong McLaren memimpin klasemen pembalap dan konstruktor dengan nyaman.
Dalam pengantar ini, kami merangkum bahwa McLaren telah memenangkan 11 dari 14 grand prix pada 2025, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Sementara itu, Stella membandingkan laju perkembangan tim saat ini dengan pengalamannya di Ferrari pada era dominasi 2000-an.

Stella menyoroti bahwa laju perkembangan McLaren dalam dua tahun terakhir adalah sesuatu yang luar biasa. "Laju kemajuan yang kami miliki dalam beberapa tahun ini cukup unik," ujar Stella. Ia menambahkan bahwa kecepatan perkembangan ini bahkan melampaui apa yang ia alami selama periode kompetitif Ferrari di awal 2000-an, ketika Michael Schumacher meraih lima gelar dunia berturut-turut dari 2000 hingga 2004.
Oleh karena itu, pendekatan pengembangan teknis McLaren, yang dimulai sejak 2023, telah membawa tim ini ke puncak klasemen. Dengan demikian, strategi ini memungkinkan Oscar Piastri dan Lando Norris untuk bersaing ketat memperebutkan gelar pembalap, sekaligus mengamankan keunggulan di klasemen konstruktor.
Ketiadaan Superstar sebagai Kekuatan
Selanjutnya, Stella menekankan bahwa tidak adanya "superstar" menjadi ciri khas kesuksesan McLaren. Berbeda dengan Ferrari di era Schumacher, yang berfokus pada satu pembalap dominan, McLaren mengandalkan kerja tim yang solid. "Ini adalah perjalanan tim yang sesungguhnya, termasuk para pembalap," kata Stella.
Akibatnya, pendekatan ini menciptakan lingkungan di mana kontribusi setiap anggota tim, dari insinyur hingga pembalap, memiliki peran setara. Hal ini memungkinkan McLaren untuk mencapai konsistensi dan performa tinggi tanpa ketergantungan pada satu individu.
Prospek Menuju Akhir Musim
Dengan 10 balapan tersisa di musim 2025, termasuk Grand Prix Belanda pada 29-31 Agustus, McLaren berada di posisi kuat untuk mempertahankan dominasinya. Meskipun persaingan ketat antara Piastri dan Norris dapat menjadi tantangan, kekompakan tim menjadi keunggulan utama.
Dalam penutup, analisis Sportrik menegaskan bahwa pendekatan tim tanpa superstar dan laju perkembangan yang cepat telah menjadi kunci kesuksesan McLaren. Dengan strategi ini, tim berpeluang meraih gelar ganda pada 2025. Untuk berita Formula 1 terkini, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Read Also
Rain threat for the 2026 Japanese GP has eased, reducing the risk of F1 drivers running new cars in wet conditions at Suzuka.
Toto Wolff reveals Mercedes faced multiple near-disasters despite dominant start to F1 2026 with George Russell and Kimi Antonelli.
Kimi Antonelli faces doubts over a ruthless F1 2026 title fight against George Russell at Mercedes, according to James Hinchcliffe analysis.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!