Setelah nyaris satu dekade tanpa perubahan berarti, Mazda akhirnya memastikan CX-3 akan mendapatkan generasi baru. Kabar ini sekaligus menjawab spekulasi soal masa depan SUV kompak yang sempat dianggap tamat setelah produksinya di Jepang dihentikan awal tahun ini.
Kepastian itu datang dari laporan keuangan semester awal Mazda, seperti dikutip Carscoops. Di dalam dokumen tersebut, pabrikan asal Hiroshima itu menegaskan CX-3 tetap mempertahankan namanya, bukan berganti menjadi CX-20 atau penamaan lain. Artinya, model ini masih punya tempat penting di lini produk global Mazda.
Desainnya sendiri sudah mulai terbayang lewat sepasang sketsa resmi yang sempat diperlihatkan di Thailand tahun lalu. Tampilannya mengusung bahasa desain terbaru Mazda, dengan wajah yang mengingatkan pada CX-5 terbaru dan bagian belakang bergaya coupe. Lampu belakangnya pun mirip dengan konsep Vision X-Compact, yang nantinya menjadi dasar bagi Mazda2 berikutnya.

Yang lebih menarik, generasi baru CX-3 akan berdiri di atas platform khusus Mazda, bukan hasil kolaborasi dengan pabrikan lain. Pilihan mesinnya diprediksi cukup beragam: bensin konvensional, mild-hybrid, hingga full-hybrid. Kabar baiknya, varian non-hibrida kabarnya masih mempertahankan transmisi manual 6 percepatan, sesuatu yang makin langka di kelasnya.
Secara pasar, CX-3 baru diarahkan ke segmen sub-kompak yang laris, terutama di Asia dan Oseania. Produksinya akan dipusatkan di pabrik AutoAlliance Thailand, dan dari sana unitnya akan diekspor ke Jepang, pasar ASEAN, serta kawasan lain mulai 2027.
Kehadiran CX-3 generasi baru ini jelas menjadi angin segar di tengah tren SUV yang makin kompetitif. Mazda tampaknya ingin mempertahankan identitasnya dengan tetap menawarkan opsi mesin konvensional yang menyenangkan, sembari merangkul elektrifikasi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!