SPONSORED

Max Verstappen Sindir Tim Red Bull Usai Isu Radio Kacau di Austin 2026

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Max Verstappen Sindir Tim Red Bull Usai Isu Radio Kacau di Austin 2026
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen Sindir Tim Red Bull Usai Isu Radio Kacau di Austin 2026

Max Verstappen melontarkan candaan sarkastik agar timnya menggunakan bahasa isyarat setelah kembali mengalami kendala komunikasi radio yang parah pada balapan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat 2026. Juara dunia empat kali tersebut harus berjuang keras di atas lintasan Austin demi mengamankan posisi finis podium ketiga, di belakang sang pemenang lomba Kimi Antonelli dan Charles Leclerc.

Masalah komunikasi dengan pitwall ini bukan kali pertama mendera skuad Red Bull Racing sepanjang musim kompetisi berjalan. Dalam sesi konferensi pers usai balapan, pembalap asal Belanda itu menegaskan bahwa gangguan tersebut sudah terjadi kesekian kalinya tahun ini dan menyebut situasi teknis tersebut sebagai sebuah bencana besar yang sangat menguras emosi.

Tidak hanya Verstappen seorang yang dirugikan oleh buruknya perangkat komunikasi internal garapan Milton Keynes tersebut. Rekan setimnya, Isack Hadjar, yang harus puas finis di urutan keenam usai merosot dari posisi ketiga pada lap pembuka, turut mengeluhkan hal serupa kepada media setelah balapan usai.

F1 US GP 2026 Analysis: Kimi Antonelli's Masterclass and George Russell's Struggle
Read AlsoF1 US GP 2026 Analysis: Kimi Antonelli's Masterclass and George Russell's Struggle

Hadjar menyatakan dirinya sama sekali tidak bisa mendengar instruksi dari para insinyur dengan jelas, yang berujung pada kekeliruan fatal saat meninggalkan area pitlane dengan menggunakan pengaturan mesin yang keliru. Situasi pelik ini semakin diperparah oleh rentetan masalah teknis lainnya yang dikeluhkan oleh Verstappen sepanjang akhir pekan.

ADVERTISEMENT

Peraih sepuluh podium musim ini tersebut membeberkan bahwa dirinya dihadapkan pada pemilihan kompon ban yang kurang optimal, lambatnya durasi pitstop dari para mekanik, hingga inkonsistensi performa power unit di setiap tikungan. Berbagai kendala akumulatif tersebut membuat sang pembalap kehilangan ritme balap terbaiknya hingga harus mengakhiri tren kemenangan beruntun yang sempat diraihnya pada seri-seri sebelumnya.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU