Max Verstappen mengungkap penyebab spin 360 derajat pada start Formula 1 Miami Grand Prix 2026, insiden yang langsung memengaruhi peluangnya meraih kemenangan setelah memulai dari baris depan.
Pembalap Red Bull Racing tersebut mencoba menyerang ke posisi terdepan dengan manuver agresif di Tikungan 1, namun kehilangan momentum saat Charles Leclerc melakukan cutback di Tikungan 2. Dalam kondisi tangki bahan bakar penuh, Verstappen kehilangan traksi bagian belakang yang memicu oversteer mendadak dan berujung spin di tengah pack.
Secara teknis, kombinasi beban bahan bakar tinggi dan input throttle agresif menjadi faktor utama hilangnya rear grip. Karakteristik ban medium pada fase awal memang memberikan cengkeraman optimal, namun sensitivitas terhadap distribusi beban membuat mobil rentan kehilangan stabilitas ketika terjadi perubahan arah cepat, terutama dalam duel wheel-to-wheel.

Setelah insiden tersebut, Verstappen mampu memulihkan posisi dengan kecepatan kompetitif pada stint medium. Namun, transisi ke kompon hard memperlihatkan penurunan performa signifikan, khususnya dalam fase pemanasan ban dan degradasi yang lebih sulit dikontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa setup mobil lebih optimal untuk medium compound dibanding hard, terutama dalam kondisi lintasan Miami yang abrasif.
“Situasinya cukup kacau. Saya kehilangan bagian belakang di Tikungan 2, dan saya coba meminimalkan waktu dengan melakukan 360. Saya pikir akan crash, jadi saya tekan penuh dan berhasil mengontrolnya,” ujar Verstappen.
“Dengan bahan bakar berat, ketika mobil mulai slide, sangat sulit untuk dikendalikan. Setelah itu, pace di medium cukup baik, tetapi di hard menjadi jauh lebih sulit, dan mungkin stint itu terlalu panjang.”
Pada fase akhir balapan, Verstappen memaksimalkan penggunaan energi listrik untuk menyalip Ferrari yang mengalami masalah milik Leclerc tepat sebelum garis finis. Strategi deployment energi ini menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi kelima, sekaligus meminimalkan kerugian poin di klasemen.
Hasil ini menjaga Verstappen tetap dalam perburuan poin penting, meskipun kehilangan peluang podium akibat insiden awal. Evaluasi terhadap manajemen ban dan stabilitas rear-end akan menjadi fokus utama Red Bull menjelang seri berikutnya, di mana konsistensi performa akan menentukan tekanan terhadap rival utama di klasemen.



Discussion (5)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments