Jorge Martin mengakhiri hari Jumat di Silverstone dengan senyum lebar. Pembalap Aprilia itu menempati posisi keempat pada sesi latihan bebas pertama dan kedua, sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2 untuk Grand Prix Inggris. Catatan waktunya 1'56.780, terpaut tepat setengah detik dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memuncaki klasemen gabungan.
Bagi pemimpin klasemen MotoGP ini, hari itu bukan sekadar hasil bagus. Ini tentang perasaan yang sudah lama hilang. “Saya senang, saya melakukan pekerjaan yang hebat. Hari yang penting, saya mencoba beberapa komponen pada motor yang pasti akan membantu saya menutup celah dengan Aprilia lainnya. Ini salah satu Jumat terbaik musim ini,” ujarnya. “Kami harus bekerja pada banyak detail untuk mengoptimalkan gaya berkendara, karena tahun lalu saya tidak balapan di sini dan kami masih tertinggal di sisi elektronik.”
Martin, yang bergabung dengan Aprilia Racing pada musim 2025, mengakui bahwa ia sempat kehilangan arah sejak Barcelona. Namun di Silverstone, segalanya mulai terasa berbeda. “Saya merasa lebih nyaman dan menemukan lebih banyak feeling. Saya membuat klik mental yang saya rindukan sejak Barcelona. Saya kembali ke motor yang saya kendarai dengan cepat, dan langsung berjalan baik,” jelasnya. Kata-kata itu datang dari pembalap yang musim ini kerap tampil impresif namun kadang kurang konsisten.

Ketika ditanya tentang performa Bezzecchi, Martin tidak pelit pujian. “Putaran Marco luar biasa, tapi saya pikir kami lebih dekat dibanding balapan-balapan terakhir. Saya orang yang paling sedikit mengendarai motor ini, saya punya banyak semangat, dan kadang saya masuk terlalu cepat ke tikungan lalu menderita di sisanya. Saya harus bekerja pada diri saya sendiri, harus mengubah sesuatu dalam gaya balap, tapi saya tahu saya punya potensi,” tambahnya.
Sinyal positif ini datang di waktu yang tepat. Selisih poin di puncak klasemen masih tipis, dan setiap detail bisa menjadi pembeda. Jika Martin mampu mempertahankan ritme ini hingga hari Minggu, bukan tidak mungkin ia kembali ke podium tertinggi. Namun lawannya tahu betul, Martin adalah ancaman nyata saat ia sudah menemukan klik-nya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!