Marc Marquez menegaskan dirinya tidak merasakan tekanan tambahan meskipun kembali menjadi kandidat kuat juara MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu justru menilai para rivalnya yang belum pernah juara di kelas premier akan lebih berisiko dalam perebutan gelar.
Setelah melewati awal musim yang sulit akibat keterbatasan fisik dan absen dua balapan karena operasi, Marquez tampil impresif dengan memenangkan tiga dari empat Grand Prix terakhir. Kebangkitannya menghapus defisit 100 poin dan mengangkatnya ke posisi ketiga klasemen, hanya terpaut 18 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin.
Dengan beberapa rival yang inkonsisten, banyak pihak menilai Marquez kini menjadi favorit untuk merebut gelar MotoGP kedelapan dan gelar dunia ke-10 secara keseluruhan, melampaui rekor Valentino Rossi. Namun, pembalap berusia 33 tahun itu meremehkan arti penting gelar tambahan bagi kariernya, mengingat ia sudah membuktikan comeback gemilang dari cedera Jerez 2020 dengan merebut gelar musim lalu.

Marquez justru menyoroti tekanan yang dihadapi rival-rivalnya seperti Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Fabio di Giannantonio yang belum pernah merasakan juara dunia MotoGP. “Jika Anda juara dunia, itu akan mengubah hidup Anda di masa depan. Hidup saya tidak akan berubah, satu gelar lagi atau tidak. Tetapi bagi mereka, ya. Itu berarti mereka akan bermain dengan intensitas tinggi. Saya katakan ini karena kami harus sangat waspada karena mereka akan mendorong sangat keras,” ujarnya jelang balapan Silverstone.
Di antara para kandidat juara, hanya Marquez dan Martin yang pernah memenangkan perebutan gelar di MotoGP. Marquez mengaku ingin memanfaatkan “kesempatan kedua” yang diberikan rivalnya, tetapi tidak merasa terbebani ekspektasi. “Jika Anda bertanya kepada mereka, mereka akan bilang favorit adalah yang punya lebih banyak gelar. Karena lebih mudah tidak memiliki tekanan daripada memilikinya. Tapi sejujurnya, saya tidak merasakan tekanan karena ambisi saya sama,” jelasnya.
Marquez menambahkan bahwa para rival akan berusaha maksimal karena gelar pertama sangat berarti bagi mereka. “Mereka memberi saya kesempatan kedua. Saya benar-benar tertinggal. Dengan defisit 100 poin, jika pemimpin klasemen tampil setengah layak, saya tidak akan bisa mengejarnya. Kami akan mencoba memanfaatkannya. Kami akan berjuang sampai akhir,” pungkasnya.
Dengan lima pembalap dalam jarak 24 poin, persaingan menuju akhir musim dipastikan semakin panas. Marquez tampak tenang dan siap menghadapi tekanan, sementara rival-rivalnya harus berani mengambil risiko lebih untuk mewujudkan mimpi juara dunia pertama.
Dilansir dari Autosport, Marquez menegaskan bahwa satu gelar lagi tidak akan mengubah hidupnya, tetapi ia tetap bertekad memberikan yang terbaik dalam perburuan gelar musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!