Marc Marquez mengaku belum bisa memikirkan perebutan gelar MotoGP 2026 jelang Grand Prix Prancis di Le Mans karena Ducati Lenovo Team masih harus memperbaiki sejumlah kelemahan pada motor Desmosedici GP miliknya.
Juara dunia bertahan tersebut datang ke Le Mans dengan tertinggal 44 poin di klasemen setelah gagal finis pada Grand Prix Spanyol di Jerez akibat crash. Situasi itu semakin memperumit awal musim Marquez yang hingga kini belum meraih podium grand prix meski sudah memenangkan dua Sprint Race.
Meski demikian, Ducati mendapatkan arah pengembangan positif dari tes pasca-balapan Jerez. Marquez bahkan mengonfirmasi beberapa komponen baru hasil pengujian telah dibawa ke Le Mans dan kemungkinan akan langsung digunakan sepanjang akhir pekan balapan.

“Beberapa di antaranya mungkin akan kalian lihat di motor selama akhir pekan ini,” ujar Marquez kepada MotoGP.com.
Dari sisi teknis, Ducati saat ini fokus memperbaiki keseimbangan motor serta konsistensi performa di berbagai karakter sirkuit dan kondisi cuaca. Le Mans dipandang sebagai tes penting karena layout stop-and-go serta potensi hujan dapat memberikan data berbeda dibanding Jerez.
Marquez menegaskan masalah utamanya bukan kecepatan murni, melainkan kemampuan mempertahankan performa stabil sepanjang seluruh sesi balapan. Dalam beberapa momen, ia merasa mampu bersaing di barisan depan, tetapi belum cukup konsisten untuk menjaga peluang perebutan gelar.
“Saya tidak bisa memikirkan kejuaraan sebelum memperbaiki beberapa aspek,” jelas Marquez.
Pembalap Spanyol itu juga mengakui Ducati masih mencari setup ideal untuk meningkatkan feeling front-end dan stabilitas motor ketika memasuki fase kritis balapan. Inkonsistensi tersebut menjadi salah satu penyebab performanya sering berubah antara Sprint Race, qualifying, dan grand prix utama.
Ducati sendiri tetap optimistis terhadap potensi paket pengembangan terbaru mereka setelah hasil tes Jerez dianggap cukup menjanjikan. Beberapa solusi aerodinamika dan keseimbangan chassis kini sedang dievaluasi lebih lanjut pada kondisi berbeda di Le Mans.
Selain fokus teknis, Marquez memastikan dirinya tidak mengalami masalah fisik setelah crash di Jerez. Ia menyebut kecelakaan tersebut relatif ringan bagi tubuhnya meski tetap mengakhiri peluang meraih poin penting dalam perebutan klasemen.
“Tes hari Senin sangat menarik dan kami mencoba memahami arah pengembangan yang tepat,” kata Marquez.
Le Mans sendiri dipandang sebagai salah satu sirkuit yang secara historis cukup cocok bagi Ducati berkat karakter pengereman keras dan akselerasi pendek. Namun ancaman cuaca hujan sepanjang akhir pekan diperkirakan dapat membuat performa dan strategi balapan jauh lebih tidak terduga.
Dengan Marquez masih mencari konsistensi serta Ducati mulai membawa upgrade baru ke lintasan, Grand Prix Prancis kini menjadi salah satu titik paling penting dalam menentukan apakah juara dunia bertahan tersebut masih mampu kembali masuk ke pertarungan utama perebutan gelar MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!