Formula 1, Sportrik Media - Pirelli resmi mengumumkan bahwa Mario Isola akan meninggalkan perannya sebagai kepala proyek Formula 1, mengakhiri tiga dekade keterlibatannya di paddock F1 dan satu dekade memimpin era pemasok tunggal ban untuk kejuaraan dunia.
Isola telah menjadi figur sentral dalam hubungan teknis antara Pirelli dan Formula 1 sejak perusahaan Italia tersebut kembali sebagai pemasok eksklusif ban pada 2011. Dalam sepuluh tahun terakhir, ia memimpin pengembangan konstruksi dan kompon ban di tengah perubahan regulasi besar, termasuk transisi ke mobil ground-effect 2022 serta persiapan menuju regulasi mesin 2026.
Mulai 1 Maret, posisi tersebut akan diambil alih oleh Dario Marrafuschi sebagai kepala unit bisnis motorsport Pirelli. Pergantian ini terjadi tepat pada pekan pembuka musim F1 2026 di Grand Prix Australia, menandai momen transisi penting menjelang era teknis baru.

Dalam pernyataan resminya, Pirelli menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Isola.
“Perusahaan mengucapkan terima kasih kepada Mario Isola atas dedikasi dan semangat besar yang telah ia berikan dalam mengembangkan unit bisnis Motorsport selama bertahun-tahun.”
Meski akan meninggalkan jabatan utama, Isola tetap berada dalam struktur perusahaan hingga 1 Juli untuk memastikan proses transisi berjalan mulus sebelum sepenuhnya beralih ke tantangan baru.
Selama kepemimpinannya, Isola berperan dalam berbagai fase teknis krusial, termasuk penyesuaian konstruksi ban terhadap peningkatan beban aerodinamika yang signifikan pada era modern. Ia juga terlibat dalam koordinasi langsung dengan tim-tim papan atas seperti Scuderia Ferrari, Mercedes-AMG Petronas, dan Red Bull Racing, terutama dalam mengatasi isu degradasi, overheating, dan karakteristik kompon pada berbagai jenis sirkuit.
Dalam beberapa musim terakhir, isu manajemen ban menjadi faktor strategis utama yang memengaruhi hasil balapan. Pembalap seperti Max Verstappen, Lewis Hamilton, dan Charles Leclerc kerap menyoroti sensitivitas jendela kerja ban dalam kondisi suhu tinggi maupun rendah, menjadikan komunikasi antara tim dan Pirelli semakin krusial.
Transisi ini juga datang pada saat F1 bersiap memasuki regulasi mesin 2026 yang akan meningkatkan porsi tenaga listrik hingga mendekati 50 persen dari total output. Perubahan karakteristik torsi dan distribusi daya tersebut menuntut pendekatan baru dalam desain dan ketahanan ban, terutama dalam mengelola beban longitudinal saat akselerasi.
Marrafuschi, yang telah bergabung dengan Pirelli sejak 2008, akan melapor langsung kepada Giovanni Tronchetti Provera selaku executive vice president sustainability, new mobility & motorsport. Dengan latar belakang teknis dan pengalaman internal yang panjang, ia diharapkan menjaga kontinuitas sekaligus memimpin fase inovasi berikutnya.
Dalam konteks kompetitif, stabilitas pemasok ban menjadi elemen fundamental bagi seluruh tim, termasuk McLaren dan Aston Martin, yang terus meningkatkan performa aerodinamika dan mekanikal mereka menjelang regulasi baru. Ban tetap menjadi satu-satunya komponen yang menyentuh aspal, sehingga perubahan kecil pada struktur atau kompon dapat berdampak besar terhadap strategi dua atau tiga pit stop dalam satu balapan.
Kepergian Isola menutup satu bab penting dalam sejarah modern F1. Di bawah kepemimpinannya, Pirelli berhasil mempertahankan status sebagai pemasok tunggal di tengah kritik dan tekanan performa, sekaligus beradaptasi dengan dinamika teknis yang terus berkembang.
Dengan musim 2026 segera dimulai dan era mesin baru di depan mata, kepemimpinan Marrafuschi akan langsung diuji dalam menjaga keseimbangan antara performa, keselamatan, dan keberlanjutan — tiga pilar utama yang kini mendefinisikan arah Formula 1 global.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!