MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez akhirnya mengungkap momen krusial ketika ia mulai yakin bahwa gelar juara dunia MotoGP 2025 akan menjadi miliknya. Dalam wawancara eksklusif pasca musim bersama MotoGP.com, pembalap Ducati Lenovo Team itu menunjuk Grand Prix Qatar sebagai titik balik mental setelah kegagalan pahit di Austin.
“Saya datang dari GP Austin di mana saya melakukan kesalahan besar (crash dari posisi terdepan), lalu di Qatar saya langsung sapu bersih 37 poin — menang Sprint dan main race — di trek yang sebenarnya tidak cocok dengan gaya berkendara saya,” ungkap Marquez.
“Itu momen di mana saya mulai sadar bahwa ini adalah tahunnya.”
Marquez memang mendominasi MotoGP 2025 dengan cara luar biasa. Ia memenangkan 3 dari 4 seri pembuka, kemudian 8 dari 9 balapan antara Aragon hingga Misano, sebelum mengunci gelar kesembilan sekaligus yang pertama sejak 2019 di Motegi Jepang — dengan masih menyisakan lima seri. Total keunggulan akhir atas runner-up mencapai 78 poin, meski ia absen di lima balapan terakhir akibat cedera bahu pasca tabrakan dengan Marco Bezzecchi di Indonesia.
“Pada akhirnya yang terpenting adalah kecepatan. Kalau kamu punya speed, segala situasi lebih mudah dikendalikan,” tambah juara dunia delapan kali itu.
Musim 2025 menjadi sangat spesial bagi Marquez. Ia datang dengan “lengan baru” pasca operasi keempat humerus kanan, usia 32 tahun, tim baru Ducati resmi setelah era Honda yang penuh luka, serta mentalitas berbeda.
“Ini Marc yang berbeda. Bukan berarti lebih baik, karena Marc yang dulu juga menang terus. Ini Marc yang sama dengan poin kuat yang berbeda. Sekarang saya punya kondisi fisik berbeda, mentalitas berbeda — kamu harus beradaptasi, tidak bisa berkendara seperti tahun 2013 lagi.”
Cedera bahu terbaru yang membuatnya absen lima seri terakhir datang di saat terburuk untuk selebrasi, tapi waktu terbaik karena gelar sudah terkunci.
“Cedera ini tidak memengaruhi cedera-cdera sebelumnya. Dokter senang dengan progresnya. Yang penting saya punya seluruh musim dingin untuk pemulihan ekstra hati-hati bersama dokter dan fisioterapis,” jelas Marquez yang dijadwalkan kembali fit 100% untuk tes Sepang Februari 2026.
Dengan gelar kesembilan ini, Marquez kini hanya terpaut satu trofi dari rekor Valentino Rossi (9 gelar premier class). Apakah 2026 akan menjadi tahun rekor kesepuluh?
Ikuti terus analisis mendalam dan persiapan Marc Marquez musim depan hanya di Sportrik.com



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!