Marc Marquez ternyata menjalani sebagian besar MotoGP 2026 sambil menahan cedera bahu serius yang belum sepenuhnya pulih sejak kecelakaan di Grand Prix Indonesia musim lalu. Fakta tersebut diungkap setelah pembalap Ducati itu menjalani operasi ganda usai MotoGP Prancis, termasuk prosedur tambahan untuk memperbaiki masalah bahu kanan yang terus mengganggu performanya sepanjang musim.
Cedera tersebut berasal dari insiden besar yang dialami Marquez di Mandalika pada Oktober lalu. Saat itu, juara dunia bertahan tersebut mengalami kerusakan kompleks pada bahu kanan yang memaksanya mengakhiri musim lebih cepat. Namun, masalah belum benar-benar selesai memasuki 2026 karena salah satu komponen logam hasil operasi sebelumnya dilaporkan menyentuh saraf radial di lengan kanannya.
Situasi itu baru terungkap setelah Marquez mengalami patah tulang kaki akibat crash pada sprint race MotoGP Prancis di Le Mans akhir pekan lalu. Ducati kemudian mengonfirmasi pembalap Spanyol tersebut menjalani operasi pada kaki dan bahunya secara bersamaan. Meski belum meraih podium grand prix musim ini, Marquez tetap mampu memenangkan dua sprint race dan bahkan mencetak rekor lap baru saat lolos dari Q1 di Le Mans.

Gigi Dall’Igna menilai performa Marquez dalam kondisi fisik seperti itu semakin memperlihatkan kualitas luar biasa sang juara dunia delapan kali.
“Pengungkapan mengenai operasi bahu Marc yang sebelumnya direncanakan setelah Barcelona semakin menunjukkan betapa luar biasanya talenta yang ia miliki jika melihat performanya sejauh ini. Rekor lap baru di Le Mans menjadi sesuatu yang benar-benar luar biasa,” ujar Dall’Igna.
Kondisi fisik Marquez juga diyakini memengaruhi konsistensi performanya sepanjang awal musim. Ducati beberapa kali melihat kesulitan rider Spanyol itu mempertahankan intensitas penuh dalam race distance, terutama pada kondisi grip rendah dan perubahan arah cepat. Namun, kemampuan Marquez tetap menjaga kecepatan satu lap memperlihatkan bahwa keterbatasan fisiknya belum sepenuhnya menghilangkan agresivitas balap khasnya.
Di sisi lain, Ducati juga sedang menghadapi tekanan teknis setelah dominasi Aprilia Racing dalam beberapa seri terakhir. Le Mans menjadi pukulan besar setelah Aprilia meraih finis 1-2-3 sementara Francesco Bagnaia gagal finis akibat crash dan Ducati hanya mampu menempatkan Fabio Di Giannantonio di posisi keempat.
Dall’Igna tetap mencoba mempertahankan optimisme menjelang MotoGP Catalunya meski Ducati dipastikan kehilangan Marquez di Barcelona. Ia menyebut tantangan terbesar Ducati saat ini adalah menjaga motivasi tim di tengah situasi sulit sekaligus mempercepat proses pengembangan motor GP26 untuk mengejar performa Aprilia.
Absennya Marquez diperkirakan menjadi kerugian besar bagi Ducati, terutama karena Barcelona merupakan salah satu sirkuit yang membutuhkan stabilitas pengereman dan efisiensi front-end — area yang selama ini menjadi kekuatan utama pembalap Spanyol tersebut. Ducati kini berharap proses pemulihan berjalan lancar agar Marquez dapat kembali pada MotoGP Italia di Mugello dan menjaga peluangnya dalam perebutan gelar dunia 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!