Marc Marquez menegaskan bahwa kekhawatiran terbesarnya dalam perebutan gelar MotoGP 2026 bukan satu pembalap tertentu, melainkan kondisi fisiknya sendiri.
Peluang Marquez dalam perebutan gelar sempat terlihat berat setelah Grand Prix Italia, ketika ia tertinggal 102 poin di tengah awal musim yang terganggu cedera. Namun, kemenangan di Hungaria dan masalah yang menimpa pemimpin klasemen sebelumnya, Marco Bezzecchi, membuat jaraknya terpangkas menjadi 40 poin menjelang Grand Prix Jerman.
Situasi klasemen kini kembali terbuka, dengan 63 poin memisahkan delapan besar. Meski beberapa rival berada dalam performa kuat, pembalap Ducati itu menilai tantangan utama tetap bagaimana menjaga pemulihan fisik dan meningkatkan levelnya dalam rangkaian balapan berikutnya.

“Rival terbesar saya, atau hal yang paling saya khawatirkan, adalah kondisi fisik saya,” kata Marquez pada Kamis di Sachsenring.
“Hal lain tidak saya pikirkan. Memang benar mereka sangat cepat, tetapi inilah lawan utama saya: terus meningkatkan level pada balapan-balapan berikutnya.”
Marquez menilai pendekatan akhir pekan di Jerman berbeda dibanding Assen. Ia ingin memulai sejak FP1 dengan memahami level kompetitifnya, sebelum menilai apakah ia cukup kuat untuk kembali masuk dalam perebutan podium.
“Memang benar bahwa Assen memiliki satu mentalitas, dan di sini mentalitasnya berbeda, dimulai dari FP1, lalu mencoba memahami di mana level kami berada,” ujar Marquez. “Tetapi saya ingin bertarung untuk podium.”
Sachsenring secara historis menjadi salah satu sirkuit terkuat Marquez, dengan sembilan kemenangan MotoGP di Grand Prix Jerman. Layout berlawanan arah jarum jam juga dinilai lebih bersahabat untuk kondisi bahu kanannya, meski ia menolak menganggap hasil kuat sebagai kepastian.
“Memang benar ketika Anda datang ke sirkuit seperti ini, jika Anda meraih hasil bagus, orang akan berkata, ‘Baiklah, itu memang sirkuitnya’,” kata Marquez.
“Jika Anda tidak meraihnya, itu dianggap bencana. Saya mampu menghadapi itu dan mencoba memberikan 100 persen.”
Marquez juga mengakui bahwa Bezzecchi, Jorge Martin, dan Fabio Di Giannantonio menjadi pembalap yang sedang tampil sangat cepat di depannya dalam klasemen. Namun, setelah sempat menilai peluang gelarnya sudah selesai beberapa balapan lalu, ia kini merasa kembali berada dalam permainan.
“Memang benar ada tiga, empat pembalap di depan saya dalam klasemen, tetapi terutama tiga pembalap yang sedang sangat cepat, yaitu Bezzecchi, Martin, dan Di Giannantonio,” ujar Marquez.
“Saya tetap dengan mentalitas saya; tiga balapan lalu semuanya sudah selesai. Sekarang saya kembali dalam permainan, jadi mari kita lihat apakah di sini kami bisa menjalani akhir pekan yang hebat.”
Ketika ditanya apakah ia lebih memilih terus menang balapan tanpa gelar atau meraih tiga gelar dunia berikutnya tanpa kemenangan, Marquez memilih gelar. Namun, ia menutup jawaban itu dengan menegaskan bahwa skenario tiga gelar beruntun bukan sesuatu yang ia anggap realistis.
“Gelar tetap gelar,” kata Marquez.
“Maksud saya, kemenangan tetap kemenangan, tetapi tentu saya memilih gelar. Namun, itu tidak akan terjadi, jangan khawatir. Tiga gelar beruntun, saya bukan Superman. Saya baik-baik saja, saya bagus, tetapi saya bukan Superman.”
Grand Prix Jerman kini menjadi titik penting bagi Marquez untuk menguji kondisi fisiknya sekaligus melihat apakah tren pemulihan poinnya dapat berlanjut dalam perebutan gelar MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!