MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez mengakui perasaan "a bit strange" saat menyaksikan akhir musim MotoGP 2025 dari pinggir sirkuit Valencia, setelah cedera bahu kanan yang memaksanya absen sejak crash dengan Marco Bezzecchi di Grand Prix Indonesia Oktober lalu. Pembalap Ducati Lenovo Team ini, yang telah mengamankan gelar juara dunia di Jepang seminggu sebelum insiden, kembali ke Ricardo Tormo Circuit untuk akhir pekan 14-16 November, tapi tanpa menunggangi Desmosedici GP hingga tes Sepang Februari 2026.
Selain itu, analisis mendalam menunjukkan bahwa cedera ini yang menargetkan bahu kanan yang pernah dioperasi pasca musim 2019 menjadi pukulan emosional bagi Marquez, meski secara timing dianggap "paling tepat" karena championship sudah terkunci. "A bit strange," ujar Marc Marquez kepada siaran MotoGP world feed saat FP2 Sabtu pagi, November 2025. "Benar bahwa cedera datang di saat harus merayakan, tapi di sisi lain, itu datang di momen terbaik karena semuanya sudah selesai. Jadi, banyak naik-turun, tapi cedera ini tidak akan memengaruhi cara saya merayakan kejuaraan ini."
Kutipan tersebut mencerminkan ketangguhan mental Marquez, yang kini fokus pada recovery tanpa terburu-buru seperti pengalaman 2020 ketika ia memaksa kembali terlalu dini. Ia menolak berpartisipasi di tes Valencia Selasa mendatang, memprioritaskan penyembuhan penuh untuk menghindari komplikasi jangka panjang. "Recovery-nya semakin baik," tambahnya, menekankan detail kecil pada bahu kanan yang rentan. "Minggu ini saya mulai rehabilitasi; sekarang butuh kesabaran dua-tiga minggu lagi, sampai tulang benar-benar sembuh, baru saya bisa mulai lebih intens. Tapi semuanya berjalan baik, dan yang terpenting, cedera baru ini tidak memengaruhi cedera lama. Saya akan dalam kondisi prima di 2026."
Dari perspektif tim, absennya Marquez di Valencia di mana Sprint dan GP utama berlangsung hari ini dan besok meninggalkan Ducati Lenovo tanpa andalan utama, meski Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini tetap kompetitif. Analisis menunjukkan bahwa perasaan "aneh" ini bisa menjadi katalisator motivasi untuk musim depan, di mana Marquez diharapkan mendominasi lagi dengan evolusi Desmosedici. Namun, opini di X menyoroti ketergantungan MotoGP pada karismanya: "MotoGP terlalu bergantung pada Marquez untuk minat penonton sejak ia cedera," tulis jurnalis Lewis Duncan. Sementara itu, saudaranya Alex Marquez dari Gresini Racing Ducati finis P2 di qualifying kemarin, menjaga momentum keluarga.
Lebih dalam, cedera ini menggarisbawahi risiko tinggi MotoGP, di mana satu crash bisa mengubah narasi musim. Bagi Marquez, yang memenangkan gelar kelima MotoGP-nya di 2025, absen akhir pekan ini justru memberi ruang refleksi terutama setelah "mariposas en el estómago" (kupupngung di perut) saat kembali ke paddock, seperti dibagikan DAZN Espana. Prospek 2026 tampak cerah, dengan Marquez yakin pulih total, tapi pertanyaan tetap: Apakah "keanehan" emosional ini akan memicu performa lebih ganas atau justru bayang-bayang keraguan?
Secara keseluruhan, kehadiran Marc Marquez di Valencia 2025 sebagai penonton menambah lapisan drama akhir musim, di mana ia merayakan gelar sambil mempersiapkan comeback. Dengan recovery on track, Ducati Lenovo siap mendominasi lagi. Pantau update di Sportrik.com.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!