Lucas di Grassi mengumumkan bahwa musim 2026 akan menjadi penutup kariernya sebagai pembalap profesional, dengan keputusan tersebut diambil menjelang double-header Formula E di Berlin. Pembalap berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa pensiun ini mencakup seluruh aktivitas balap, bukan hanya keikutsertaannya di kejuaraan mobil listrik tersebut.
Sepanjang kariernya, di Grassi telah berkompetisi di berbagai ajang utama motorsport dunia, termasuk Formula 1 bersama Virgin Racing pada musim 2010, serta Kejuaraan Ketahanan Dunia dan Formula E. Ia dikenal sebagai salah satu figur kunci dalam pengembangan awal Formula E dan berperan besar dalam membentuk arah teknis serta popularitas kategori tersebut.
Keputusan untuk pensiun pada akhir musim ini berkaitan erat dengan berakhirnya era Gen3 di Formula E, yang menandai transisi menuju fase teknis baru dalam kejuaraan. Di Grassi menilai momen ini sebagai titik alami untuk mengakhiri satu siklus karier sekaligus membuka peluang untuk berkontribusi dalam kapasitas yang berbeda di dalam motorsport.

Saat ini, ia membela Lola dan mengindikasikan bahwa kontribusinya ke tim dapat menjadi lebih signifikan di luar kokpit. Fokusnya bergeser dari peran sebagai pembalap menuju keterlibatan yang lebih luas dalam pengembangan tim dan arah strategis, seiring evolusi Formula E yang tengah memasuki fase pertumbuhan baru.
Secara statistik, di Grassi menutup kariernya sebagai salah satu pembalap tersukses dalam sejarah Formula E, dengan satu gelar juara dunia, 13 kemenangan, 41 podium, dan total 1.077 poin. Catatan tersebut menempatkannya di jajaran elite pembalap yang membentuk identitas kompetitif kejuaraan sejak awal berdirinya.
Meski demikian, ia masih memiliki 11 balapan tersisa sebelum resmi pensiun, dengan target realistis untuk meraih hasil maksimal bersama Lola. Salah satu ambisi pribadinya adalah menutup karier dengan hasil kuat, termasuk peluang finis podium pada balapan terakhir di London, meskipun ia mengakui tantangan kompetitif yang dihadapi saat ini.
Perjalanan di Grassi mencerminkan transisi dari pionir ke figur strategis dalam motorsport modern, di mana pengalaman dan pemahaman teknis menjadi aset penting di luar lintasan. Keputusannya juga menandai perubahan generasi dalam Formula E, seiring masuknya era regulasi berikutnya.
Dengan berakhirnya musim 2026, fokus akan bergeser pada peran baru di Grassi dalam ekosistem motorsport, sementara Formula E bersiap memasuki babak baru yang akan menentukan arah kompetisi di masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!