Jorge Lorenzo tidak bisa menahan decaknya melihat duel sengit antara Marc Marquez dan Jorge Martin pada lap pertama sprint GP Austria di Red Bull Ring. Menurutnya, agresivitas Marquez justru memicu versi terbaik Martin yang akhirnya memenangi balapan.
“Itu menarik, indah sejak lap pertama. Marquez ingin mencegah Pedro dan Martin memimpin, karena itu dia sangat agresif,” ujar Lorenzo kepada DAZN. “Marquez super agresif dan membuat Martin keluar dari chicane itu. Saya pikir justru itu yang mengeluarkan versi terbaik Martin. Martin yang penuh gairah, Martin dengan amarah, Martin yang ingin membuktikan bisa kembali kuat, dan dia melakukannya.”
Momen krusial terjadi saat Marquez mempertahankan posisi di tikungan. Lorenzo menilai Marquez “masuk terlalu cepat dan membuat Martin berada di posisi paralel,” lalu “melepas rem di tikungan tanpa terlalu peduli memberi ruang untuk Martin.” Akibatnya, Martin melintir keluar lintasan dan harus memulai remontada dari posisi belakang. “Martin saat itu menjadi bencana karena posisinya buruk, banyak pembalap melewatinya,” tambah Lorenzo.

Namun, insiden itu tidak membuat Martin menyerah. Pembalap Spanyol itu justru tampil garang, menyalip Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan Marc Marquez, sebelum memanfaatkan jatuhnya Pedro Acosta yang sebelumnya memimpin. “Dia berhasil bangkit dan menunjukkan mental juara,” puji Lorenzo.
Sementara itu, Acosta tampil impresif sebelum insiden. Lorenzo menyebut pembalap muda itu sebagai yang tercepat, tetapi kehilangan kendali karena memasuki tikungan terlalu cepat. “Sepanjang akhir pekan Pedro memang mengerem dan masuk tikungan seperti binatang, tapi di sini dia berlebihan. Sepertinya dia ingin melewati chicane dan langsung masuk ke area aspal di antara tikungan,” analisisnya. Lorenzo pun enggan berspekulasi lebih jauh mengenai penyebab pasti kecelakaan itu.
Kemenangan Martin di sprint ini semakin memanaskan persaingan gelar. Dengan performa apik di Austria, ia mengirim sinyal jelas bahwa perburuan juara masih jauh dari kata selesai. Sementara Marquez harus puas melihat rival terdekatnya kembali ke jalur kemenangan.
Bagi Ducati, hasil ini menjadi cambuk untuk terus mendukung kedua pembalap di sisa musim. Sementara Pedro Acosta menunjukkan kecepatan luar biasa, meski belum berbuah manis. Balapan utama GP Austria akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para penantang gelar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!