Formula 1, Sportrik Media - Liam Lawson mengungkapkan bahwa ia menghapus media sosial dari perangkat pribadinya setelah menerima serangan daring yang berulang, menyebut platform tersebut sebagai “tempat yang beracun” dalam konteks tekanan Formula 1 modern.
Pembalap asal Selandia Baru itu menjadi sasaran komentar negatif pertama kali saat dipilih menggantikan Daniel Ricciardo pada musim 2024. Gelombang kritik kembali muncul ketika ia dipromosikan menggantikan Sergio Perez di Oracle Red Bull Racing, sebelum akhirnya kembali diturunkan ke Visa Cash App Racing Bulls setelah dua balapan.
Lawson mengakui bahwa tekanan psikologis dari komentar daring tersebut berdampak signifikan, namun kondisinya membaik setelah ia memutuskan untuk menjauh dari media sosial di perangkat pribadinya. Meski demikian, ia tetap menggunakan Instagram secara terbatas untuk berinteraksi dengan penggemar serta keluarga dan teman terdekat, sementara ia sudah hampir satu tahun tidak aktif di platform X.

“Jauh lebih baik. Jauh, jauh lebih baik.”
“Media sosial bisa menjadi tempat yang sangat beracun. Saya kasihan pada orang-orang. Saya juga meninggalkan sekolah saat masih muda, tetapi saya merasa berada di generasi terakhir sebelum media sosial menjadi sebesar sekarang.”
Ia menilai perkembangan media sosial membuat tekanan sosial sulit dihindari, terutama bagi generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem digital yang terus aktif.
“Di Selandia Baru saat itu, Facebook mungkin yang paling besar dan Instagram masih sangat baru. Saya merasa kami agak tertinggal dalam beberapa hal, dan itu justru baik.”
“Sekarang perundungan di sekolah adalah sesuatu yang tidak bisa Anda hindari ketika pulang ke rumah karena ada media sosial.”
Dalam konteks F1 yang semakin terekspos secara global, dinamika digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pembalap. Keputusan Lawson mencerminkan pendekatan personal dalam menjaga kesehatan mental di tengah tekanan performa dan sorotan publik yang konstan.
Dengan kalender F1 2026 yang padat dan ekspektasi tinggi di dalam struktur tim Red Bull, fokus Lawson kini sepenuhnya diarahkan pada konsistensi performa di lintasan. Pengelolaan tekanan di luar trek menjadi elemen penting dalam upayanya membangun stabilitas jangka panjang dalam kariernya di level tertinggi motorsport.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!