Formula 1, Sportrik Media - Mercedes AMG Petronas memasuki era baru Formula 1 2026 dengan evaluasi menyeluruh terhadap kegagalan teknis pada regulasi ground effect sejak 2022, di mana Lewis Hamilton bersama Mercedes AMG Petronas harus menghadapi periode tersulit dalam karier modernnya di Formula 1.
Pengakuan datang langsung dari Andrew Shovlin selaku Trackside Engineering Director Mercedes, yang menyebut tim asal Brackley terlalu terjebak dalam pendekatan analitis dan overthinking ketika mencoba mengejar ketertinggalan dari rival utama seperti Max Verstappen dan Red Bull Racing sepanjang musim 2022 hingga 2025.

Perubahan regulasi 2022 yang diperkenalkan oleh FIA membawa kembali konsep ground effect dan secara efektif mengakhiri dominasi panjang Mercedes di era turbo-hybrid. Dalam periode tersebut, Mercedes hanya mampu meraih kemenangan sporadis dan gagal menjadi penantang gelar, sementara Red Bull Racing berkembang menjadi kekuatan dominan baru Formula 1.
Menurut Shovlin, budaya inovasi Mercedes yang selama ini menjadi fondasi kesuksesan justru menjadi tantangan tersendiri dalam regulasi baru yang sangat sensitif terhadap konsep aerodinamika dasar. Mercedes dinilai terlalu lama mencari solusi kompleks dibandingkan mengadopsi pendekatan eksperimental yang lebih sederhana seperti yang dilakukan para rival.
Dalam beberapa musim terakhir, Mercedes juga tertinggal dalam siklus pengembangan dibandingkan Red Bull Racing. Paket aerodinamika yang dibawa ke sejumlah seri penting sering kali tidak memberikan lonjakan performa signifikan, sehingga membuat Lewis Hamilton dan George Russell kesulitan bersaing secara konsisten di barisan depan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap posisi Mercedes di klasemen konstruktor. Sejak 2022, Mercedes tidak pernah kembali menjadi kandidat juara dunia, sebuah kontras tajam dibanding era dominasi delapan gelar konstruktor beruntun pada periode 2014 hingga 2021.
Andrew Shovlin menegaskan bahwa Mercedes tidak akan meninggalkan filosofi inovasi, namun mengakui bahwa keseimbangan antara ambisi teknis dan kecepatan eksekusi menjadi pelajaran utama yang harus diperbaiki menjelang era regulasi baru 2026.
“Ketika mengembangkan mobil, setiap proyek membawa risiko kegagalan. Jika terlalu banyak proyek berisiko tinggi dijalankan bersamaan, maka peluang kegagalan menjadi terlalu besar. Ambisi memang penting, tetapi semuanya harus seimbang dan dieksekusi secara efektif,” ujar Shovlin kepada media internasional.
Regulasi Formula 1 2026 akan membawa perubahan besar pada aerodinamika, power unit generasi baru yang lebih elektrifikasi, serta penggunaan bahan bakar berkelanjutan. Bagi Mercedes, ini menjadi kesempatan untuk melakukan reset kompetitif secara menyeluruh setelah empat musim penuh tekanan.
Mercedes kini memfokuskan pengembangan pada proyek mobil generasi baru dengan pendekatan yang lebih pragmatis, memastikan integrasi optimal antara sasis dan power unit agar tidak mengulang kesalahan era sebelumnya.
Bagi Lewis Hamilton, musim 2026 berpotensi menjadi titik balik penting dalam karier Formula 1-nya bersama Mercedes, sekaligus kesempatan terakhir untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar dunia setelah periode penuh tantangan teknis.
Jika Mercedes mampu menyeimbangkan inovasi dengan efisiensi pengembangan, maka era baru regulasi ini bisa menjadi momentum kebangkitan Silver Arrows di puncak Formula 1.
Informasi lengkap seputar Formula 1, profil pembalap, dan analisis paddock tersedia di https://sportrik.com



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!