Charles Leclerc langsung menancapkan dominasinya di sesi latihan kedua Grand Prix Bahrain. Pembalap Ferrari itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 37,528 detik, memastikan dirinya sebagai yang tercepat di penghujung hari Jumat. Sementara itu, Mercedes memilih pendekatan berbeda: mereka tampak bermain aman dan memilih tidak menunjukkan kartu asnya di sesi ini.
Sirkuit Bahrain International Circuit, yang menjadi tuan rumah seri pembuka musim ini, menyajikan tantangan tersendiri. Dengan 15 tikungan dan panjang 5,5 kilometer, trek ini dikenal keras terhadap ban belakang. Leclerc, yang akrab dengan karakter sirkuit ini, memanfaatkan setiap jengkal aspal untuk mencuri waktu. Catatan waktunya menjadi sinyal jelas bahwa Ferrari siap bersaing di barisan depan.
Namun, sesi FP2 tidak berjalan mulus bagi semua pembalap. Isack Hadjar sempat menunjukkan ketidakpuasannya saat ia dan Leclerc nyaris bersenggolan di pit lane. Insiden kecil itu menggambarkan betapa ketatnya persaingan bahkan di sesi latihan. Hadjar, yang tengah berusaha mengamankan posisinya di grid, tampak frustrasi dengan manuver Leclerc yang keluar dari pit tepat di depannya.

Di sisi lain, Gabriel Bortoleto mengalami masalah serius. Mobilnya berhenti di tepi lintasan, dan ia langsung melompat keluar dengan kekhawatiran pada gearbox. Insiden ini menjadi pukulan bagi timnya yang berharap bisa mengumpulkan data penting di sesi ini. Bortoleto terlihat berdiskusi intens dengan insinyur, mencoba mendiagnosis apa yang terjadi.
Max Verstappen, yang biasanya menjadi acuan, justru mengeluhkan posisi duduknya di kokpit. "Ini seperti lotere bagaimana saya duduk di mobil. Saya tidak tahu kenapa," ujarnya melalui radio tim. Keluhan ini bisa menjadi indikasi bahwa Red Bull masih mencari setelan ideal untuk kenyamanan pembalapnya. Meski begitu, Verstappen tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan kecepatan berarti.
Mercedes, yang memilih tidak tampil mencolok, mungkin sedang menyembunyikan potensi sebenarnya. Dengan regulasi teknis yang stabil, tim asal Brackley itu kerap menggunakan sesi latihan untuk menguji komponen baru tanpa menarik perhatian. Jika demikian, persaingan di kualifikasi nanti bisa jadi lebih sengit dari yang terlihat.
Dengan hasil FP2 ini, Leclerc dan Ferrari mengirim pesan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap. Namun, Mercedes yang berada di bawah radar bisa menjadi ancaman tersembunyi. Sirkuit Bahrain yang abrasif akan menguji ketahanan ban dan strategi tim. Sesi kualifikasi nanti akan menjadi ajang pembuktian siapa yang benar-benar siap.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!