F1, Sportrik Media - Prinsipal Red Bull Laurent Mekies menyatakan tidak memiliki kekhawatiran sama sekali terhadap komitmen Max Verstappen di tengah kritik keras sang juara dunia terhadap regulasi baru F1 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat hari pertama tes pramusim di Bahrain International Circuit.
Verstappen sebelumnya melontarkan kritik terbuka terhadap arah regulasi power unit 2026, menyebutnya “anti-racing” dan mengibaratkan mobil baru seperti “Formula E on steroids”. Meski demikian, pembalap berusia 28 tahun itu telah menepis spekulasi bahwa dirinya akan meninggalkan kejuaraan di akhir musim 2026.
Menanggapi pertanyaan media terkait potensi hilangnya motivasi Verstappen, Mekies memberikan jawaban tegas.

“Jawaban singkatnya: tidak. Nol kekhawatiran tentang itu,” ujar Mekies.
Isu lain yang disorot adalah komentar Verstappen musim lalu mengenai ketidaksukaannya mengemudikan mobil spesifikasi 2026 di simulator ketika Red Bull mengembangkan RB22. Mekies membantah bahwa tim kehilangan masukan teknis penting dari pembalapnya.
“Saya ingat percakapan kami tahun lalu ketika dia berpindah dari model mobil 2025 ke 2026 di simulator. Perbedaannya sangat besar sehingga pada suatu titik, saya pikir dengan tepat, dia memutuskan untuk fokus pada pendekatan 2025.”
Menurut Mekies, skala tantangan regulasi 2026 memang sangat signifikan, tidak hanya bagi tim dan pabrikan unit daya, tetapi juga bagi para pembalap.
“Realitasnya, tantangan regulasi ini sangat besar. Besar untuk tim, besar untuk pabrikan power unit, dan besar juga untuk pembalap. Ini berbeda untuk kita semua, tetapi itulah yang kami sukai — mencoba menembus tantangan ini dan menemukan solusi yang sebelumnya tidak terlihat.”
Regulasi baru 2026 menempatkan manajemen energi sebagai aspek sentral performa, sebuah elemen yang secara terbuka dikritik Verstappen. Namun, Mekies justru yakin kemampuan teknis dan adaptasi sang pembalap akan membuatnya kembali unggul dalam era baru ini.
“Saya cukup yakin bahwa pada akhirnya dia kemungkinan besar akan menjadi yang terbaik dalam menguasai regulasi ini, teknikalitas dan trik-triknya, sebagaimana dia lakukan pada regulasi sebelumnya.”
Pernyataan Mekies menegaskan bahwa di balik kritik publik terhadap arah regulasi, hubungan internal antara Verstappen dan Red Bull tetap solid. Dengan tantangan teknis 2026 yang kompleks, tim Milton Keynes justru melihat peluang bagi Verstappen untuk kembali menunjukkan kapasitas adaptasi dan kecerdasan balapnya dalam menghadapi perubahan fundamental Formula 1.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!