SPONSORED

Kuda Hitam Moto2 Rayakan Podium Silverstone, Prediksi Masa Depan Satu Pemasok

Notifikasi
0
Kuda Hitam Moto2 Rayakan Podium Silverstone, Prediksi Masa Depan Satu Pemasok TO NEWS OVERVIEW
Cuzari warns Moto2 manufacturers “will disappear”.

Giovanni Cuzari, bos Forward Racing, tak kuasa menahan air mata saat Alex Escrig mengantarkan timnya meraih podium pertamanya di Moto2 setelah satu dekade penantian. Finis ketiga di Silverstone bukan sekadar hasil manis, melainkan sejarah baru: podium perdana Forward dengan sasis buatan sendiri, setelah sebelumnya bergantung pada Suter dan Kalex.

Perjalanan Forward di Moto2 memang penuh liku. Setelah era MV Agusta yang berlangsung empat tahun, tim asal Italia itu memutuskan mandiri sejak 2023. Hasilnya pun awalnya pahit—hanya empat poin di musim pertama, sepuluh poin di 2024, dan 28 poin tahun lalu. Namun, podium di Silverstone mengubah segalanya; musim ini mereka sudah mengumpulkan 50 poin, melampaui total poin tiga musim sebelumnya.

“Saya tidak bisa berhenti menangis,” ujar Cuzari kepada GPOne.com. “Saya tahu satu burung layang-layang tidak membuat musim semi, tetapi kadang ada secercah sinar matahari, seperti podium di Silverstone.” Ia menambahkan, “Alex memeluk saya selama 20 detik, dan dalam waktu itu, tanpa berbicara, kami membicarakan empat tahun ini.”

Moto2 'Black Sheep' Celebrates Silverstone Podium, Predicts Single-Supplier Future
Read AlsoMoto2 'Black Sheep' Celebrates Silverstone Podium, Predicts Single-Supplier Future

Podium itu terasa seperti kisah David melawan Goliath. Dari 28 motor di grid, 22 di antaranya adalah Kalex dan dua Boscoscuro, sementara Forward hanya menurunkan dua motor. “Itulah mengapa hasil ini epik, karena hampir mustahil. Dengan hanya dua motor, bagaimana Anda bisa membayangkan pergi berperang?” tegas Cuzari.

ADVERTISEMENT

Namun, kebahagiaan itu diiringi kesedihan. Alex Escrig, yang telah membela Forward sejak 2023, akan hengkang di akhir musim, dengan Italtrans dikabarkan menjadi pelabuhan berikutnya. “Saya sangat sedih dengan keinginannya karena, menurut saya, kami bisa menulis halaman indah dalam sejarah musim depan,” kata Cuzari, yang timnya juga pernah berlaga di MotoGP pada 2012-2015.

Selain perubahan pembalap, Moto2 juga akan menghadapi perubahan besar pada 2027 dengan mesin Triumph baru yang menuntut pengembangan sasis baru dari para pemasok. Cuzari, yang menyebut dirinya “kambing hitam” Moto2, memprediksi kelas ini akan mengikuti jejak Moto3 menjadi kelas dengan pemasok tunggal. “Saya yakin dalam beberapa tahun kami pabrikan akan hilang dari Moto2 karena akan ada pemasok tunggal, seperti yang terjadi di Moto3,” ujarnya.

Cuzari menambahkan, “Saya pikir kami punya tiga hingga lima tahun untuk bersenang-senang lagi, setelah itu akan menjadi satu kawanan, dan saya telah menjadi kambing hitam sepanjang hidup saya. Bayangkan jika saya menjadi bagian dari kawanan (tertawa)!” Ia pun mengusulkan pembagian grid yang lebih merata di antara pabrikan sasis agar pengembangan lebih cepat. “Saya tidak mengatakan harus dibagi rata, tetapi akan lebih logis jika ada lebih banyak motor di lintasan. Kami bisa dapat lebih banyak data dan mempercepat pengembangan.”

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU