SPONSORED

Kritik Tajam Regulasi MotoGP 2026: Aksi Saling Mengalah Acosta dan Marquez di Mandalika

Notifikasi
Rifki Haryadi
Rifki Haryadi
0
Kritik Tajam Regulasi MotoGP 2026: Aksi Saling Mengalah Acosta dan Marquez di Mandalika
TO NEWS OVERVIEW
Pedro Acosta fand klare Worte© Gold & Goose

Pedro Acosta melontarkan kritik keras terhadap regulasi tekanan ban MotoGP usai aksi tak lazim yang dilakukannya bersama Marc Marquez pada GP Mandalika. Kedua pembalap terlihat sengaja saling bertukar posisi secara bergantian di lintasan lurus demi mencari suhu panas dari motor di depan agar tekanan ban depan mereka kembali ideal. Aksi taktis tersebut dinilai sang rookie sangat merusak esensi balapan murni karena terpaksa beradaptasi dengan aturan yang berlaku.

Perjalanan akhir pekan pembalap muda Red Bull KTM Factory Racing ini sebenarnya menunjukkan potensi besar melalui aksi comeback yang impresif. Setelah melakukan manuver ciamik di Tikungan 10 untuk merangsek ke barisan depan dan melewati sang juara dunia berpaspor Ducati, masalah teknis langsung menghantui. Ketika berada di posisi terdepan, tekanan ban depan langsung melonjak drastis dan mengganggu kestabilan motor, memaksa mereka harus bergantian memimpin agar bisa mencuri angin.

Situasi pelik tersebut justru dimanfaatkan dengan baik oleh Ai Ogura yang melaju kencang di belakang mereka. Pembalap Aprilia tersebut sukses menyalip kedua pembalap di fase krusial balapan, membuat Acosta harus puas finis di posisi kelima sebagai pembalap terbaik di luar rombongan pabrikan Noale. Aksi saling mengalah di lintasan ini secara telak merusak peluang finis di posisi keempat sekaligus memangkas perolehan poin krusial dalam perebutan klasemen kejuaraan dunia.

Jorge Martin Reveals Title Fight Strategy Against Marc Marquez in 2026 MotoGP
Read AlsoJorge Martin Reveals Title Fight Strategy Against Marc Marquez in 2026 MotoGP

Mengenai aturan teknis yang banyak dikeluhkan paddock, Acosta dengan blak-blakan menyuarakan ketidakpuasannya di hadapan media. 'Kami terlihat seperti keledai,' ujarnya menggambarkan situasi konyol di lintasan. Ia menyarankan agar regulasi batas minimum tekanan ban cukup diukur saat motor berada di grid start, sehingga jalannya balapan di trek tidak dirusak oleh strategi akrobatik demi menghindari penalti. Selain itu, ia juga menolak keras kebijakan denda 5000 euro untuk kewajiban media yang dinilai menambah beban psikologis para pembalap modern.

ADVERTISEMENT

Meski harus kehilangan posisi keempat akibat serangan terlambat dari pembalap asal Jepang tersebut, raihan 258 poin tetap menempatkannya dalam persaingan ketat papan atas. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh tim asal Austria ini, terutama dalam mengatasi masalah getaran chattering pada sektor kedua yang masih menjadi pekerjaan rumah utama dalam sisa kalender balap musim ini.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU