Kimi Antonelli resmi menjadi juara dunia Formula 1 2026 setelah finis ketiga pada Grand Prix Mexico City di Autódromo Hermanos Rodríguez, Minggu. Hasil tersebut cukup bagi pembalap Mercedes untuk memastikan gelar pertamanya sekaligus mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1. Sementara itu, Max Verstappen keluar sebagai pemenang setelah mempertahankan keunggulan dari Lewis Hamilton dalam balapan yang berlangsung melalui beberapa periode netralisasi.
Antonelli memulai balapan dari posisi keempat dan hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan untuk mengunci gelar, terlepas dari hasil yang diperoleh Hamilton maupun rekan setimnya, George Russell. Pembalap Italia berusia 20 tahun tersebut mampu memenuhi persyaratan itu dengan menyelesaikan balapan di podium. Ia mengakhiri kejuaraan dengan pencapaian bersejarah yang sekaligus mengakhiri persaingan perebutan gelar pembalap musim 2026.
Di barisan depan, persaingan langsung melibatkan dua pembalap Ferrari, Hamilton dan Charles Leclerc, yang memulai balapan dari pole position dan posisi kedua. Keduanya terlibat duel ketat sejak lap pertama hingga melebar dari lintasan. Leclerc kemudian mendapatkan penalti lima detik karena memotong lintasan dalam insiden tersebut. Situasi itu memberikan keuntungan kepada Verstappen yang berhasil melewati Hamilton dan kemudian mengambil alih posisi terdepan setelah menjalani pit stop.

Strategi pemilihan ban turut menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan di barisan depan. Verstappen memulai balapan menggunakan kompon medium, berbeda dari sejumlah rival utamanya yang memilih ban soft. Pilihan tersebut memungkinkan pembalap Red Bull mempertahankan stint awal lebih panjang sebelum masuk pit pada lap ke-27 dan beralih menggunakan ban soft. Sementara itu, Antonelli sempat memimpin setelah para rival menjalani pit stop dan akhirnya kembali ke lintasan di posisi keempat setelah melakukan pergantian ban pada lap ke-43.

Jalannya balapan kemudian berubah setelah Valtteri Bottas mengalami kecelakaan berat di Tikungan 1. Suspensi depan kiri mobil Cadillac mengalami kegagalan saat pengereman, membuat pembalap Finlandia tersebut kehilangan kendali dan menghantam pembatas lintasan. Insiden pada lap ke-45 memicu keluarnya Safety Car sebelum balapan dihentikan dengan red flag pada lap ke-46 karena kerusakan pembatas. Bottas berhasil keluar dari mobil tanpa bantuan dan kemudian dibawa ke pusat medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah balapan dilanjutkan melalui standing restart, Verstappen kembali mempertahankan posisi terdepan meskipun Hamilton memberikan tekanan langsung di Tikungan 1. Antonelli berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk melewati Leclerc dan naik ke posisi ketiga. Persaingan kembali terganggu ketika Oscar Piastri dan rookie Arvid Lindblad bertabrakan pada bagian awal lintasan, yang menyebabkan Lindblad menghantam dinding dan tersingkir. Piastri kemudian menerima penalti 10 detik dan harus menyelesaikan balapan di posisi ke-13.
Safety Car kembali dikerahkan dengan delapan lap tersisa. Verstappen mampu mengendalikan restart dan mempertahankan keunggulan hingga garis finis untuk meraih kemenangan ketiganya musim ini. Pembalap Red Bull tersebut mencatatkan waktu 2 jam 20 menit 28,772 detik, unggul 0,799 detik atas Hamilton. Antonelli melengkapi podium dengan selisih 4,006 detik dari pemenang, diikuti Leclerc dan Lando Norris di lima besar.
Hasil di Mexico City memastikan dua pencapaian berbeda pada akhir pekan yang sama. Verstappen mendapatkan tambahan 25 poin dari kemenangan balapan, sementara Antonelli mengunci gelar juara dunia melalui finis podium. Dengan kejuaraan pembalap 2026 telah dipastikan, perhatian berikutnya akan tertuju pada kelanjutan kalender Formula 1 dan persaingan antartim pada seri berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!