Paddock Formula 1 kembali diguncang oleh drama internal di kubu Ferrari. Insiden terbaru di Mexico City, di mana Charles Leclerc dan Lewis Hamilton bersenggolan pada lap pembuka, telah memicu perdebatan sengit mengenai manajemen pembalap di Maranello.
Kejadian di Tikungan 4 tersebut memaksa kedua pembalap keluar lintasan. Leclerc, yang mencoba manuver agresif dari sisi luar, akhirnya memotong jalur melalui rumput untuk mengamankan posisi, yang berujung pada penalti lima detik dari steward. Telemetri menunjukkan Leclerc mengerem 25 meter lebih lambat dari Hamilton, sebuah tindakan yang dinilai terlalu berisiko bagi kepentingan tim.
Prinsipal tim, Fred Vasseur, menolak menyalahkan tata letak sirkuit. Sebaliknya, ia menyoroti kurangnya rasa hormat di antara kedua pembalap terhadap kepentingan tim yang lebih luas. Ini bukan kali pertama gesekan terjadi; sebelumnya, ketegangan serupa telah muncul di Grand Prix Belanda dan Monza, di mana Hamilton secara terbuka meminta protokol yang lebih jelas.

Meskipun insiden terus berulang, Vasseur tetap bersikeras tidak ingin menerapkan aturan tim yang kaku atau perintah tim yang preskriptif. Ia lebih memilih pendekatan berbasis prinsip bersama dan evaluasi pasca-balapan. Namun, dengan tiga insiden besar yang terjadi musim ini, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah pendekatan lunak Vasseur masih relevan atau justru membahayakan ambisi konstruktor Ferrari.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!