SPONSORED

Kemenangan Fairytale Bangkitkan Emosi Terpendam Edwards

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Kemenangan Fairytale Bangkitkan Emosi Terpendam Edwards
TO NEWS OVERVIEW
Broc Feeney, Andrew Edwards, Will Brown and Brodie Kostecki on the podium. Image: Supplied

Kemenangan yang terasa seperti dongeng di Queensland Raceway akhir pekan lalu ternyata membawa lebih dari sekadar trofi bagi Jeremiah Edwards. Di balik senyum di podium, ada lautan emosi yang selama ini ia pendam rapat-rapat.

Edwards, yang selama ini menjadi otak di balik garasi mobil #888, mengaku perjalanan musim ini bagaikan rollercoaster. Dari tekanan dan rasa tidak percaya diri akibat hasil buruk, hingga rasa malu karena insiden restriktor yang kini terkenal, semuanya meluap saat ia berdiri di podium, diteriaki namanya oleh para penggemar.

“Ini emosional,” ujar Edwards kepada Speedcafe. “Mungkin terdengar berlebihan untuk satu balapan kecil di QR, tapi ini perjalanan yang sulit tahun ini. Banyak sorotan dan introspeksi dirig Akhir pekan ini tekanannya sangat tinggi. Tidak ada alasan, dan bisa membawa pulang beberapa podium adalah sebuah kelegaan yang besar.”

Fairytale Win Brings Out 'Suppressed' Emotions for Edwards
Read AlsoFairytale Win Brings Out 'Suppressed' Emotions for Edwards

“Ini memunculkan banyak emosi yang selama ini kami coba tekan atau tahan, dengan semua drama yang kami alami.”

ADVERTISEMENT

Kesepakatan yang ditebus Triple Eight dengan Supercars terkait restriktor yang kontroversial itu memang menjadi sorotan. Namun Edwards justru merasa malu karena timnya tidak menemukan masalah tersebut lebih awal. “Saya merasa malu karena kami, sebagai tim, tidak menemukannya lebih cepat. Ini tanggung jawab kami, tanggung jawab saya pribadi. Sebagai tim, kami melewatkannya,” akunya.

Meski begitu, Edwards tidak larut dalam penyesalan. “Saya tidak menghabiskan banyak waktu untuk itu karena saya mengerahkan semua energi untuk maju.”

Kisah restriktor memang mendominasi jelang balapan di Ipswich dan menambah beban berat bagi pembalap dan tim. Namun, di sisi lain, hal itu justru membebaskan Edwards dari pencarian jawaban yang selama ini menguras pikirannya. “Akhir pekan ini bukan tentang restriktor yang dilepas lalu kami menang. Itu tidak sebanding dengan waktu yang kami habiskan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

“Anda bisa melakukan simulasi dan menghitung di setiap sirkuit, tapi ketika Anda merasa tertinggal, Anda merasa harus bekerja ekstra hanya untuk bisa bersaing. Sangat melelahkan secara mental ketika Anda beroperasi dengan satu tangan terikat dan memikul beban bahwa ada sesuatu yang salah yang tidak bisa kami temukan.”

Triple Eight sendiri sempat mengambil keputusan nekat untuk memindahkan Will Brown ke mobil cadangan setelah Perth. Keputusan yang lahir dari keputusasaan, bukan sains. Namun Edwards percaya bahwa perubahan performa yang tiba-tiba ini adalah hasil dari “banyak hal yang akhirnya berjalan beriringan” seiring tim terus mengembangkan paket Mustang mereka.

Brown secara terbuka berterima kasih kepada Edwards di akhir balapan karena tidak pernah menyerah padanya. Saat Speedcafe menyampaikan komentar itu, mata Edwards berkaca-kaca dan ia kehilangan kata-kata. “Will adalah pusat perhatian. Dia wajah dari semua ini dan menanggung sebagian besar beban. Jadi saya hanya senang kami bisa mengubah sesuatu akhir pekan ini,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Edwards berharap kesulitan musim ini pada akhirnya akan membuat tim menjadi lebih kuat. Ia pun percaya kemenangan ini bisa menjadi titik balik menuju babak baru yang lebih cerah bagi Triple Eight.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU