Juara dunia empat kali, Max Verstappen, kembali menyuarakan keresahannya terkait intensitas kalender balap Formula 1 musim 2026 yang dianggap terlalu padat. Di tengah rangkaian triple-header yang melelahkan, Verstappen mengungkapkan bahwa beban kerja saat ini sudah melampaui batas ideal bagi para pembalap.

"Saya tentu berharap jumlahnya kurang dari 24 seri, tetapi di saat yang sama, saya mengerti alasan di balik mengapa kita menjalani 24 balapan," ujar Verstappen. Ia menyoroti perbedaan drastis antara awal kariernya di F1 yang hanya mencakup 17 hingga 18 seri, dibandingkan dengan tuntutan saat ini yang menuntut mobilitas tinggi di tengah tanggung jawab keluarga.
Verstappen bukan satu-satunya yang merasa terbebani. Fernando Alonso, pembalap kawakan Aston Martin, setuju bahwa kalender saat ini sudah berada di ambang batas kewajaran. "Ini terlalu banyak, dan mungkin kalender ini tidak efisien. Berada di Brasil sekarang, kembali ke Eropa, lalu dalam 10 hari harus ke Vegas, itu adalah beban yang sangat besar untuk bagian musim ini," keluh Alonso.

Di sisi lain, rookie Racing Bulls, Arvid Lindblad, memiliki pandangan yang lebih santai meskipun mengakui adanya lonjakan jadwal yang signifikan. "Ini cukup banyak, sedikit lebih banyak dari yang saya terbiasa. Tahun lalu di F2 hanya 14 seri. Namun, saya mencintai balapan dan berada di dalam mobil, jadi bagi saya ini baik-baik saja," ungkapnya.
Isu ini menjadi krusial mengingat ketidakpastian logistik di Timur Tengah, dengan pembatalan GP Arab Saudi dan keraguan mengenai seri Qatar serta Abu Dhabi. Bagi para pembalap, tuntutan fisik dan mental yang terus menerus ini kini menjadi tantangan nyata yang melampaui sekadar kecepatan di atas lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!