Katsuta Gagal di Jepang: Mampukah Bangkit di Saudi?

Katsuta Gagal di Jepang: Mampukah Bangkit di Saudi?
Takamoto Katsuta. Kuva: TGR WRT/McKlein

WRC, Sportrik Media Takamoto Katsuta memulai Rally Japan 2025 dengan kecepatan gemilang, hanya tertinggal 5,2 detik dari puncak di paruh pertama, tapi kecelakaan fatal di tengah lomba menghancurkan peluang kemenangan tuan rumah di sirkuit aspal rumit Toyota. Finis kedua meski kesulitan, pembalap Toyota ini terpukul berat, terutama di depan fans setia, dan kini fokus pemulihan mental menjelang final Saudi Arabia perdana.

 

Katsuta, yang didukung co-driver Aaron Johnston, mendominasi stage awal Jumat, memimpin sementara sebelum duel sengit dengan rekan setim Sébastien Ogier dan Elfyn Evans. Namun, di stage 11, tabrakan dengan barrier berisi air merusak power steering dan radiator GR Yaris Rally1-nya, memaksa kesalahan lajang Sabtu dan kehilangan ritme. Analisis lebih dalam menunjukkan insiden ini mirip kesalahan gravel seperti di Kenya 2024, di mana Katsuta finis ke-12 kali ini, ia bangkit Minggu untuk finis 7,9 detik di belakang Ogier, tapi tanpa poin Power Stage penuh. "Saya ingin menghapus ingatan ini," candanya pahit, mengakui sulitnya pulih dari kekecewaan domestik.

 

Selain itu, Katsuta menghargai dukungan fans Jepang yang menunggu di hujan deras, serta dorongan dari chairman Akio Toyoda dan mantan tim principal Juha Kankkunen. "Mereka luar biasa, tapi saya sedih karena harapan mereka," ujarnya, menyoroti tekanan sebagai pahlawan lokal di event home Toyota. Bandingkan dengan rival Hyundai, yang gagal poin pabrikan pertama sejak 2014—Katsuta's resilience menjaga Toyota unggul 32 poin di klasemen pabrikan, meski ia tertinggal 58 poin dari Evans di driver standings.

 

ADVERTISEMENT

Prospek masa depan cerah tapi menantang: Saudi Arabia, debut WRC gravel panas, mirip Kenya dengan batu dan debu tak terduga. Katsuta, dengan pengalaman Afrika kuat (podium Kenya 2024), berencana adaptasi serupa—fokus konservatif awal untuk akumulasi poin akhir musim. Analisis kami memprediksi, pemulihan mental ini bisa jadi katalis podium final, mengingat Ogier-Evans duel hanya 3 poin selisih. "Saya harus perbaiki besar dan coba lagi," tekadnya, menjanjikan penutup positif di tengah persaingan ketat.

 

Secara keseluruhan, kegagalan Katsuta di Japan menggarisbawahi volatilitas aspal, tapi tekadnya memperkuat narasi underdog Toyota. Dengan final Saudi, ia siap ubah kekecewaan jadi motivasi. Ikuti update WRC di Sportrik.com.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU