Sami Pajari kembali membuka peluang podium di Reli Portugal 2026 setelah tampil konsisten sepanjang Sabtu bersama Toyota Gazoo Racing. Menjelang empat etape terakhir hari Minggu, Pajari hanya tertinggal 3,9 detik dari pembalap Hyundai Motorsport, Thierry Neuville, dalam perebutan posisi kedua klasemen umum.
Toyota sendiri berada dalam posisi yang sangat kuat di Portugal dengan Sébastien Ogier memimpin reli dengan keunggulan 21,9 detik. Di belakang Ogier, duel antara Neuville dan Pajari diperkirakan menjadi salah satu pertarungan utama pada hari terakhir reli gravel tersebut.
Wakil prinsipal Toyota sekaligus legenda reli dunia, Juha Kankkunen, bahkan secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Pajari mampu menyalip Neuville jika mampu menjaga ritme dan menghindari kesalahan besar.

“Dia akan menangkap Neuville. Dan setidaknya kami akan memberinya instruksi untuk membiarkannya menyerang,” kata Kankkunen kepada Rallit.fi.
Meski demikian, Kankkunen menegaskan Toyota tidak ingin Pajari mengambil risiko berlebihan hanya demi mengejar posisi kedua. Menurutnya, pendekatan agresif tetap harus dikontrol karena kondisi Portugal yang terus berubah masih berpotensi menghadirkan banyak jebakan.
“Tetapi tentu saja dia tidak boleh mengemudi dengan 110 persen. Jika dia mengemudi dengan cepat dan bersih, maka Neuville bisa disusul dengan sendirinya,” lanjut Kankkunen.
Musim lalu, Toyota memberi Pajari ruang penuh untuk mempelajari karakter mobil Rally1 tanpa tekanan hasil besar. Pendekatan tersebut membuat pembalap muda Finlandia itu mengalami beberapa akhir pekan sulit, tetapi sejak akhir 2025 performanya mulai meningkat signifikan, terutama dalam manajemen ritme dan kontrol risiko di reli gravel.
Kankkunen mengungkapkan bahwa Toyota kini mulai mendorong Pajari untuk mengambil langkah berikutnya dalam proses perkembangannya sebagai calon pemimpin masa depan tim.
“Ya, kami memang sudah mengatakan kepadanya: sekarang kencangkan sabuk dan injak pedal gas lebih dalam. Ketika ritmenya terasa tepat, lanjutkan saja,” ujar Kankkunen.
Pajari saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara WRC. Jika berhasil finis kedua atau tetap mempertahankan podium di Portugal, ia akan semakin mendekati rekan setimnya, Elfyn Evans, serta Takamoto Katsuta dalam persaingan poin kejuaraan.
Ketika ditanya apakah Pajari sudah layak dianggap sebagai kandidat juara dunia musim ini, Kankkunen tidak menutup kemungkinan tersebut. Menurut juara dunia reli empat kali itu, Toyota kini memiliki kelompok pembalap yang sangat kuat untuk membangun dominasi jangka panjang.
“Dia jelas sedang berkembang. Kami punya pembalap utama seperti Elfyn dan Seb. Dan jika kami bisa mempertahankan Oliver Solberg di program ini, maka kami akan memiliki empat pembalap kuat dalam grup tersebut,” kata Kankkunen.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!