WRC, Sportrik Media - Jon Armstrong menunjukkan perkembangan signifikan dalam musim debutnya di World Rally Championship 2026 bersama M-Sport, meskipun ia mengaku belum puas dengan hasil yang diraih sejauh ini.
Pembalap asal Irlandia tersebut memulai musim dengan performa yang melampaui ekspektasi. Pada Rally Monte Carlo, ia sempat menempati posisi tiga besar sebelum insiden di tahap akhir menghentikan langkahnya. Konsistensi kemudian berlanjut di Swedia dan Safari Rally Kenya, di mana ia mencatatkan waktu kompetitif serta menunjukkan ketahanan teknis dengan menyelesaikan reli meski mengalami kerusakan signifikan pada mobilnya.
Dalam Safari Rally Kenya, Armstrong menghadapi tantangan berat termasuk driveshaft patah dan kerusakan suspensi. Namun, ia tetap mampu mempertahankan mobil Ford Puma Rally1 hingga finis, mencerminkan ketahanan dan adaptasi yang kuat di level tertinggi.

“Saya cukup kesal setiap kali tidak bisa mengalahkan mereka, dan itu sebenarnya pertanda bagus,” ujar Armstrong kepada DirtFish.
Pernyataan tersebut menegaskan perubahan mentalitasnya sebagai pembalap Rally1. Alih-alih sekadar mengumpulkan pengalaman, Armstrong kini menargetkan performa kompetitif dan mampu bersaing langsung dengan tim pabrikan seperti Hyundai.
Ia mengakui bahwa tingkat persaingan di WRC sangat tinggi, dengan seluruh pembalap berada pada level elite. Namun, kemampuannya untuk sesekali mencatatkan waktu setara dengan pembalap papan atas menjadi indikator potensi jangka panjangnya.
“Kami ingin terus mendekat. Ini grid yang sangat kompetitif, semua adalah yang terbaik di dunia. Kadang kami cukup dekat, kadang masih tertinggal, dan itu wajar,” jelasnya.
Tantangan berikutnya bagi Armstrong akan datang pada reli aspal, khususnya Rally Kroasia. Meski M-Sport menghadapi kesulitan pada permukaan ini musim lalu, Armstrong memiliki catatan positif setelah memenangkan event tersebut saat masih berstatus bagian dari European Rally Championship.
Namun, keterbatasan pengalaman dengan ban aspal Hankook menjadi faktor yang harus diatasi. Ia baru menggunakan kompon tersebut secara terbatas pada awal musim, sehingga adaptasi cepat akan menjadi kunci performa.
“Ini memang sulit saat ini, tetapi selalu ada hari sulit dalam reli. Anda harus melewatinya dan berharap hasil yang lebih baik akan datang,” tambah Armstrong.
Pendekatan Armstrong mencerminkan karakter pembalap muda yang sedang berkembang, dengan kombinasi antara kecepatan alami, determinasi, dan kemampuan bertahan dalam kondisi sulit. Sikap tidak puas terhadap hasil justru menjadi indikator progres, menunjukkan bahwa targetnya telah bergeser dari sekadar bertahan menjadi bersaing.
Menuju rangkaian reli berikutnya, fokus Armstrong adalah meningkatkan konsistensi performa di setiap stage. Jika mampu menyatukan kecepatan dan stabilitas, M-Sport berpotensi memiliki aset penting dalam persaingan jangka panjang WRC 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!