Formula 1, Sportrik Media - Team principal Williams, James Vowles, memperingatkan konsekuensi “menghukum” yang dapat mengguncang Formula 1 apabila terjadi perubahan regulasi mendadak untuk menutup dugaan trik rasio kompresi yang digunakan Mercedes.
Menjelang dimulainya pengujian di Bahrain, polemik mengenai rasio kompresi power unit terus membayangi paddock. Dalam skenario terburuk, delapan mobil bermesin Mercedes — termasuk milik Williams, McLaren, dan Alpine — berpotensi diprotes usai Grand Prix Australia pembuka musim.
Isu ini mendorong FIA menggelar tiga pertemuan dalam dua pekan terakhir dengan para pabrikan mesin guna meredam konflik sebelum balapan pertama di Melbourne pada 6–8 Maret.
Mercedes tetap bersikeras bahwa power unit mereka sepenuhnya sesuai regulasi. Mereka mengklaim telah berkoordinasi secara konstan dengan FIA terkait interpretasi aturan, khususnya mengenai kemampuan menjalankan rasio kompresi efektif 18:1 pada suhu operasional tinggi, dibandingkan batas 16:1 saat pengukuran dilakukan dalam kondisi ambient.
Vowles, yang menghabiskan 13 musim di Mercedes sebelum memimpin Williams, memiliki pemahaman mendalam mengenai struktur High Performance Powertrains (HPP). Ia menilai inovasi tersebut merupakan hasil rekayasa jangka panjang, bukan celah sesaat.
“Mereka sangat ahli dalam membaca regulasi dan mendorong batas teknik sesuai aturan yang ada,” ujar Vowles kepada media, termasuk RacingNews365, di Bahrain. “Power unit ini adalah hasil kerja beberapa tahun, bukan beberapa bulan.”
Ia menegaskan bahwa Formula 1 bukanlah kejuaraan Balance of Performance (BoP), melainkan kompetisi meritokrasi teknik.
“Kita harus berhati-hati agar olahraga ini tidak berubah menjadi seri BoP. Ini adalah meritokrasi di mana solusi teknik terbaik harus diberi penghargaan, bukan dihukum,” tegasnya.
Menurut Vowles, tekanan terhadap Mercedes kini telah bergeser menjadi isu politik di dalam paddock. Di satu sisi, Mercedes meyakini inovasi mereka legal dengan restu awal FIA. Di sisi lain, rival seperti Ferrari, Audi, dan Honda mendorong klarifikasi lebih tegas.
“Ini bukan pekerjaan satu bulan. Ini hasil dua tahun pengembangan,” lanjut Vowles. “Sebagai olahraga, kita harus menghargai inovasi, seperti yang pernah terjadi pada double diffuser dan solusi teknik lain di masa lalu.”
Kekhawatiran terbesar adalah potensi perubahan regulasi mendadak yang bisa membuat empat tim bermesin Mercedes secara teknis tidak memenuhi syarat. Dalam kondisi ekstrem, delapan mobil dapat terancam tidak tampil di Melbourne, bahkan di balapan berikutnya di China.
“Pertama, mereka harus menyusun regulasi baru. Lalu bagaimana Anda menguji power unit dalam kondisi yang sama seperti di lintasan?” ujar Vowles.
“Dan jika aturan berubah sehingga kami dianggap tidak legal, maka ada delapan mobil yang tidak bisa ikut balapan. Kita harus benar-benar memikirkan implikasi perubahan tersebut.”
Pernyataan Vowles menegaskan betapa sensitifnya fase awal regulasi baru 2026. Setiap keputusan teknis yang diambil sebelum seri pembuka akan membentuk keseimbangan kompetitif untuk beberapa musim ke depan.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju Melbourne, tekanan terhadap FIA untuk memberikan kepastian semakin meningkat. Bagaimana isu ini diselesaikan tidak hanya menentukan legalitas solusi Mercedes, tetapi juga arah filosofi regulasi Formula 1 di era power unit generasi baru.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!