Jack Doohan tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Haas. Pebalap Australia itu baru saja menjalani tes TPC (Testing Previous Car) di Sirkuit Jerez, Spanyol, sebagai bagian dari audisi untuk kursi penuh waktu musim 2027. Setelah tersingkir dari Alpine hanya tujuh balapan pada musim lalu, Doohan kini berusaha membangun kembali kariernya di paddock Formula 1.
Melalui akun media sosialnya, Doohan mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Luar biasa bisa kembali di belakang kemudi mobil Formula 1, terima kasih banyak untuk seluruh tim Haas F1 Team,” tulisnya. Ucapan itu bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan perjalanan panjangnya setelah kehilangan kursi di Alpine.
Namun, jalan menuju kursi Haas tidak mudah. Doohan harus bersaing dengan dua nama kuat: junior Ferrari, Rafael Camara, dan pembalap cadangan McLaren, Leonardo Fornaroli. Keduanya juga telah menjalani tes TPC untuk Haas pada awal tahun ini. Dalam dunia balap yang kejam, setiap detik di lintasan menjadi penentu.

Kepala Tim Haas, Ayao Komatsu, telah menetapkan kriteria jelas dalam memilih pembalap untuk musim 2027. “Saya selalu bilang kami memilih pembalap berdasarkan performa, jadi performa adalah yang utama,” ujar Komatsu kepada media termasuk Motorsport Week. “Jika dua pembalap memiliki performa setara, afiliasi atau paket yang mereka bawa menjadi pertimbangan. Tapi kami tidak akan mengambil seseorang yang tiga persepuluh detik lebih lambat hanya karena afiliasi dengan Toyota atau Ferrari, atau karena membawa lima juta lebih [dalam hal sponsor]. Kami tidak akan melakukan itu.”
Komatsu menegaskan bahwa performa tetap faktor nomor satu. Jika selisihnya sangat tipis, barulah faktor afiliasi dan paket sponsor dipertimbangkan. “Jika selisihnya dalam sepersepuluh detik, misalnya, atau sangat-sangat dekat, maka paket afiliasi pasti masuk hitungan. Saya pikir kami bisa memilih berdasarkan performa,” tambahnya.
Keputusan Haas memang sudah dekat, tetapi tidak akan diumumkan dalam waktu dekat. “Saya tidak tahu. Bukan minggu depan, boleh saya bilang,” kata Komatsu. “Saya pikir kami berada dalam situasi yang sangat menguntungkan. Banyak pembalap yang tertarik dengan kursi kami.”
Dengan situasi ini, Esteban Ocon berada di ambang kehilangan statusnya sebagai pembalap penuh waktu F1 pada akhir musim 2026. Ocon, yang saat ini membalap untuk Haas, harus meningkatkan performanya jika ingin mempertahankan kursinya. Persaingan di internal Haas pun memanas, dan Doohan adalah salah satu ancaman nyata.
Bagi Doohan, tes di Jerez menjadi panggung untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi. Kesempatan ini tidak datang dua kali, dan ia tahu betul apa yang harus dilakukan. Kini, bola ada di tangan Komatsu dan tim Haas untuk menentukan siapa yang akan mendampingi pembalap utama mereka di musim 2027.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!