Insiden tabrakan antara Liam Lawson dan Arvid Lindblad di Grand Prix Azerbaijan menjadi sorotan. Keduanya membela Racing Bulls, namun steward memutuskan tidak ada tindakan lebih lanjut. Keputusan ini kontras dengan penalti 10 detik untuk Franco Colapinto (Alpine) karena menabrak Pierre Gasly dan Lando Norris.
Tabrakan terjadi di tikungan pertama saat restart safety car. Lawson dan Esteban Ocon berdampingan, sementara Lindblad mengunci ban dan menghantam Lawson dari belakang. Akibatnya, lantai mobil Lawson berlubang dan balapannya hancur. Lindblad finis ketujuh, sementara Lawson gagal meraih poin.
Lawson mengaku bingung dengan keputusan steward. "Saya tidak akan memprotes rekan setim, tapi saya tidak mengerti karena saya dipukul begitu keras hingga lantai mobil saya berlubang," ujarnya kepada The Race. "Saya hanya berbelok untuk tikungan, memberi ruang. Jadi dari posisi saya, saya tidak paham, tapi anggap saja ini bagus untuk tim."

Lindblad menyampaikan permintaan maafnya kepada tim dan Lawson. Ia menjelaskan dua faktor yang meringankan: kekacauan restart dan manuver Ocon. "Restart benar-benar kacau. Mobil tidak rapat, dan kami harus mengatur baterai yang tidak dalam kondisi optimal. Semua orang terlambat mengerem, dan Esteban bergerak di bawah pengereman, sehingga saya harus menghindar dan mengunci ban," jelasnya.
Insiden ini menyoroti tantangan restart di Baku, dengan trek lurus 2 km dan suhu ban serta rem yang dingin. Lindblad menambahkan, "Kedua restart tidak berjalan baik. Saya yakin akan dibahas dalam briefing pekan depan."
Keputusan steward untuk tidak menindak insiden ini menuai pertanyaan, terutama karena Lawson menjadi korban dan kehilangan peluang poin. Racing Bulls harus move on dan fokus ke balapan berikutnya di Malaysia, di mana Colapinto akan menjalani penalti grid.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!