SPONSORED

Helmut Marko Sebut Masalah Software F1 di Malaysia Sangat Memalukan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Helmut Marko Sebut Masalah Software F1 di Malaysia Sangat Memalukan
TO NEWS OVERVIEW
Helmut Marko Sebut Masalah Software F1 di Malaysia Sangat Memalukan

Pemberhentian balapan akibat masalah teknis di Malaysia baru-baru ini menuai kritik tajam dari salah satu figur paling disegani di paddock. Dilansir dari FormulaPassion, mantan penasihat senior Red Bull, Helmut Marko, sama sekali tidak menutupi rasa kekecewaannya terhadap insiden yang dinilainya mencoreng imej kejuaraan dunia balap单 kursi paling bergengsi di muka bumi tersebut.

Ketika dihubungi oleh media asal Austria OE24, veteran yang kini menikmati masa pensiunnya di depan televisi itu mengaku dibuat sangat bosan oleh penundaan panjang yang terjadi di atas trek. Menariknya, pria berusia lanjut tersebut kini memilih untuk menikmati jalannya akhir pekan balapan tanpa harus memantau layar data telemetria tambahan seperti yang biasa ia lakukan dulu semasa aktif bekerja di pit wall.

"Ormai sono un normale appassionato di F1 che si siede sul divano davanti alla TV, ho anche fatto rimuovere gli schermi aggiuntivi in cui potevo consultare la telemetria – ha detto Marko – mi basta vedere quello che viene trasmesso in tv. Dover aspettare per oltre un’ora il via in Malesia e stato veramente noioso", ungkap Helmut Marko menggambarkan kejenuhannya saat menyaksikan jalannya siaran langsung dari rumahnya.

Christian Horner Reacts to Landmark Red Bull Ford F1 Victory
Read AlsoChristian Horner Reacts to Landmark Red Bull Ford F1 Victory

Situasi pelik yang disebabkan oleh kendala sistem komputerisasi di garasi tim-tim peserta tersebut sontak memantik reaksi keras dari sang konsultan kawakan. Ia menilai bahwa penundaan selama lebih dari satu jam hanya karena persoalan sepele pada perangkat lunak komputer merupakan sebuah kemunduran besar bagi operasional olahraga bermotor roda terbuka berstandar internasional yang melibatkan investasi bernilai fantastis.

ADVERTISEMENT

"E davvero vergognoso che un prodotto di alto livello come la F1 venga bloccato cosi a lungo da un problema di software – ha aggiunto Marko – e una figuraccia che aiutera a ripensare molte cose. Da quanto ne so, il ritorno dei V8 turbo a partire dal 2030 e una decisione gia presa", tegasnya menyoroti betapa memalukannya insiden tersebut sekaligus membocorkan wacana regulasi masa depan mesin pembakaran internal.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU