Program pengujian Hyundai di Finlandia bagian tengah kembali berlanjut dengan perubahan komposisi pengemudi yang cukup menarik perhatian para pecinta ajang reli dunia. Setelah sebelumnya memegang kendali penuh atas mobil spesifikasi Rally2 tersebut pada awal pekan ini, Kris Meeke harus meninggalkan Finlandia lebih awal karena harus bertolak menuju putaran kejuaraan European Rally Championship (ERC) di Portugal, sehingga posisinya langsung diambil alih oleh pereli asal Selandia Baru yang sarat pengalaman.
Sosok pengganti yang mengambil alih kemudi di sesi pengujian krusial ini adalah Hayden Paddon, yang pada musim kompetisi ini telah turun di empat putaran Kejuaraan Reli Dunia (WRC) bersama mobil ketiga tim pabrikan asal Korea Selatan tersebut di kelas Rally1. Puncak performa terbaiknya sepanjang musim ini tentu saja ketika ia sukses mengamankan posisi kedua yang luar biasa di ajang keras Rally Paraguay, membuktikan bahwa ketajaman kompetitifnya belum luntur di kasta tertinggi.
Hubungan antara pereli asal Selandia Baru tersebut dengan pabrikan asal Korea Selatan ini bukanlah cerita baru di paddock kejuaraan reli internasional. Ia memiliki sejarah panjang sebagai andalan tim tersebut sejak pertama kali terjun ke ajang WRC pada musim 2014 hingga penampilannya berakhir pada musim 2018, sebelum akhirnya posisinya di tim utama harus tersingkir dari kelas premier.

Selepas periode tersebut, ia tetap setia berkompetisi di negara asalnya dengan mengandalkan mobil i20 N Rally2, yang mendapatkan dukungan penuh secara langsung dari pihak importir resmi Hyundai di Selandia Baru. Konsistensi dan kecepatan yang ditunjukkan di berbagai kejuaraan regional terbukti membuahkan hasil manis bagi kelanjutan karier profesionalnya di level kontinental.
Kesuksesan tingkat internasional berhasil direngkuh bersama mobil andalan tersebut sepanjang musim 2023 dan 2024, di mana ia mencatatkan tinta emas di buku sejarah reli. Pereli asal Selandia Baru ini sukses mengamankan gelar juara umum European Rally Championship dalam dua tahun secara berturut-turut, sebuah pencapaian fenomenal mengingat belum pernah ada sejarahnya titel bergengsi tersebut dimenangkan oleh seorang pereli yang berasal dari luar Benua Eropa.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!