Lima tahun frustrasi, harapan palsu, dan mesin yang tak kompetitif akhirnya mulai berbalas. Lewis Hamilton kembali berada di posisi yang sudah lama tak ia rasakan: persaingan gelar yang realistis.
Sejak malam naas di Abu Dhabi 2021, ketika gelar juara dunia kedelapan yang memecahkan rekor lolos dari genggamannya dalam kontroversi, Hamilton tak pernah lagi menjadi penantang serius. Musim-musim berikutnya ia harus berjuang dengan mobil Mercedes yang kesulitan mengikuti regulasi ground-effect, lalu menjalani adaptasi yang tidak mudah bersama Ferrari pada 2025.
Namun, 2026 mengubah segalanya. Duduk di posisi kedua klasemen dengan 169 poin setelah 11 seri, Hamilton tertinggal 50 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli. Ia mencetak poin di setiap grand prix, tidak pernah finis lebih buruk dari posisi keenam, dan menambah kemenangan yang lama dinanti di Barcelona plus empat podium lainnya.

Dengan paket SF-26 yang kompetitif di bawah regulasi baru, pembalap 41 tahun itu kini punya senjata untuk mengejar mahkota yang sulit diraih. Musim akan kembali bergulir di Zandvoort pada 23 Agustus, dan pertanyaannya kini: apakah Hamilton benar-benar bisa merebut gelar kedelapan?
Mayoritas besar penggemar yang disurvei percaya Hamilton masih dalam perburuan. Sebanyak 82,67 persen responden yakin ia bisa menaklukkan 'setan' kegagalan sebelumnya dan menulis ulang sejarah F1. Hanya 17,33 persen yang menganggap Antonelli, yang tampil brilian dengan enam kemenangan dari 11 seri, sudah mengunci gelar.
Dengan 11 atau 12 seri tersisa, segalanya masih mungkin. Tekanan kini ada di pundak Hamilton untuk membuktikan bahwa dukungan publik bukan sekadar harapan kosong.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!