Mantan prinsipal tim Haas, Guenther Steiner, memberikan peringatan keras bahwa skuad Mercedes bakal mengambil langkah drastis untuk melakukan perombakan susunan pembalap apabila performa George Russell tak kunjung membaik hingga akhir musim 2027 mendatang.
Situasi internal Silver Arrows kini tengah berada dalam sorotan tajam setelah dominasi yang ditunjukkan oleh rekan setim Russell, Kimi Antonelli. Pembalap muda asal Italia tersebut sukses mencatatkan sembilan kemenangan sepanjang musim ini dan berada di ambang gelar juara dunia Formula 1 perdananya, membuat posisi Russell di garasi Brackley semakin tertekan.
Menjelang rangkaian balapan akhir pekan di Grand Prix Meksiko, Russell masih tertahan di peringkat kedua klasemen sementara. Namun, keunggulannya sangat tipis dan ia tertinggal jauh 123 poin dari Antonelli di puncak, sementara Lewis Hamilton yang membela Ferrari mengintai di posisi ketiga dengan selisih hanya satu poin saja.

Berbicara dalam siniar The Red Flags Podcast, Steiner menganalisis bahwa kesulitan yang sedang dialami oleh pembalap asal Inggris tersebut lebih condong pada masalah kepercayaan diri ketimbang ketidakcocokan karakteristik mobil. Ia bahkan menilai situasi sulit ini mirip dengan apa yang pernah dialami oleh Daniel Ricciardo di masa lalu.
"Saya pikir ini lebih merupakan situasi Daniel Ricciardo daripada Lewis," ujar Steiner. Ia merujuk pada karier Ricciardo yang merosot tajam usai kalah saing dari Lando Norris di McLaren, hingga akhirnya kontraknya diputus lebih awal pada penghujung musim 2022 lalu.
"Saya berharap dia bisa menemukan kembali jalurnya, karena Daniel sayangnya tidak benar-benar bisa bangkit kembali, situasinya justru semakin memburuk setelah didepak McLaren saat itu. Hal tersebut praktis menghancurkannya," tambah Steiner mengenai kemiripan beban mental yang kini dipikul oleh para pembalap papan atas.
Kendati demikian, Steiner meyakini bahwa Russell masih memiliki keuntungan besar berkat dukungan penuh dari bos tim, Toto Wolff. Dukungan internal dari sosok petinggi tim diyakini mampu membentengi mental sang pembalap untuk segera keluar dari tren negatif performa lintas sirkuit.
Meski demikian, dunia balap Formula 1 adalah industri yang kejam dan berorientasi pada hasil nyata di lintasan. Steiner menegaskan bahwa Mercedes tidak akan ragu mengambil keputusan tegas demi mengamankan ambisi pabrikan merebut gelar juara dunia konstruktor.
"Akhir tahun depan, saya pikir jika posisinya masih sama seperti sekarang, Mercedes—dan ini bukan persoalan pribadi bagi Toto—mereka akan melihat, 'apa yang harus kami lakukan di sini untuk menjadi juara dunia konstruktor?' karena itulah tujuan mereka berada di sini, dan Anda tidak bisa menyalahkan hal itu," tegas Steiner.
"Jika George tidak mampu memberikan performa terbaiknya, maka akan ada perubahan. Saya tidak bilang mereka sedang aktif bekerja untuk melakukan perubahan sekarang, mereka masih memberinya waktu, tetapi jika itu tidak terjadi, mereka pasti akan membuat perubahan," pungkasnya.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!