SPONSORED

Guenther Steiner Buka Suara soal Kembali ke F1 jika Ada Proyek Menarik

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Guenther Steiner Buka Suara soal Kembali ke F1 jika Ada Proyek Menarik TO NEWS OVERVIEW
Guenther Steiner has ruled out any kind of reconciliation with his former boss

Guenther Steiner mengaku siap kembali ke Formula 1 jika ada proyek yang menarik minatnya. Eks Team Principal Haas ini buka suara soal masa depannya di tengah kesibukannya sebagai pemilik tim MotoGP Tech3.

Steiner menjadi sosok kunci di balik kebangkitan Haas saat tim asal Amerika itu debut di F1 pada 2016. Namun, perjalanannya berakhir pada akhir 2023 setelah hubungannya dengan pemilik tim, Gene Haas, dilaporkan memburuk pasca musim yang buruk di mana Haas finis terakhir di klasemen konstruktor.

Meski sudah tidak lagi berkecimpung di paddock F1, Steiner tidak menutup pintu untuk kembali. Dalam podcast Up to Speed, ia menegaskan bahwa kepulangannya hanya akan terjadi jika ada proyek yang benar-benar menantang, bukan sekadar tawaran pekerjaan biasa.

Ferrari Told to 'Leave Charles Leclerc Alone' Amid F1 Inconsistency
Read AlsoFerrari Told to 'Leave Charles Leclerc Alone' Amid F1 Inconsistency

“Ya, saya akan kembali jika ada proyek yang saya suka. Maksud saya, saya selalu bilang, hanya untuk kembali dan melakukan pekerjaan: tidak. Ada banyak hal yang saya suka lakukan. Dan jika Anda melihat saya, 10, 15, atau bahkan 20 tahun terakhir, itu selalu tentang proyek. Bukan mencari pekerjaan. Karena hanya melakukan pekerjaan, itu sebenarnya – saya tidak bilang membosankan, tapi tidak cukup menantang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, pria berusia 61 tahun itu tengah menikmati peran barunya sebagai pemilik tim Tech3 di MotoGP. Meski begitu, ia mengakui bahwa dirinya selalu mencari tantangan baru. Steiner juga sempat berkelakar soal pengalamannya di dunia TV, yang ia jalani setelah meninggalkan Haas, dan membandingkannya dengan upayanya menyaingi David Coulthard di layar kaca.

“Saat saya mulai tim F1, mereka bilang, 'Kamu tidak akan pernah bisa. Tidak ada yang bisa memulai tim F1 baru.' 'Oke, akan saya tunjukkan!' Jadi, saya pikir lebih mudah memulai tim F1 daripada menjadi sebagus David di TV,” candanya.

Steiner menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan gelar jabatan. Yang ia cari adalah proyek yang bisa ia bentuk sendiri, sesuatu yang memberinya kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi. Dengan pengalaman luasnya di berbagai ajang balap, dari reli hingga F1, kembalinya Steiner ke F1 akan menjadi angin segar bagi paddock.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU