Masa depan penyelenggaraan seri MotoGP Qatar di Lusail International Circuit yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026 kini berada di bawah bayang-bayang pembatalan menyusul eskalasi konflik militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan yang memburuk ini memicu gelombang kecemasan yang masif di dalam area paddock, terutama dari pabrikan raksasa asal Jepang seperti Honda dan Yamaha yang mulai mempertimbangkan protokol keselamatan internal ketat bagi seluruh personel mereka menjelang akhir pekan balap.
Sebelumnya, kalender balapan seri Qatar ini sudah sempat mengalami pergeseran jadwal dari slot awal bulan April ke bulan November akibat situasi geopolitik yang tidak stabil. Kendati demikian, kelompok promotor balap masih bersikeras mempertahankan jadwal baru tersebut meskipun serangan rudal dan drone di kawasan sekitar meningkatkan risiko keamanan secara signifikan.

Kekhawatiran internal tim kian memuncak setelah munculnya pernyataan resmi dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang secara terbuka meminta seluruh warga dan institusi negara untuk bersiap menghadapi skenario terburuk dari krisis regional yang sedang berlangsung saat ini.
Pernyataan dari pucuk pimpinan tertinggi negara tuan rumah tersebut langsung memantik keraguan besar di kalangan petinggi tim, mengingat keselamatan ratusan staf, mekanik, pembalap, serta awak media internasional kini menjadi taruhan utama jika gelombang ancaman keamanan terus meluas ke fasilitas vital.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!