Formula 1, Sportrik Media - George Russell dari Mercedes-AMG Petronas Formula One Team mengkritisi dinamika internal Scuderia Ferrari pada Formula 1 GP China 2026, setelah radio tim yang tidak disiarkan mengungkap tuduhannya bahwa Charles Leclerc memperlambat Lewis Hamilton.
Insiden tersebut terjadi pada lap ke-24 di Shanghai International Circuit, saat kedua pembalap Ferrari terlibat duel intens yang berdampak langsung terhadap ritme balapan di belakang mereka. Russell, yang berada dalam posisi menyerang, harus menyesuaikan lintasan dan hampir keluar trek akibat efek “concertina” dari pertarungan tersebut.
Melalui komunikasi radio tim, Russell secara langsung mempertanyakan manuver Leclerc yang dinilainya menghambat Hamilton dalam satu rangkaian mobil.

“Apa yang dilakukan Leclerc?” ujar Russell melalui radio tim, dikutip dari PlanetF1.
“Leclerc baru saja menahan Lewis dalam rombongan.”
Situasi tersebut terjadi di tengah pertarungan sengit antara dua pembalap Ferrari, dengan Leclerc bahkan sempat menyebut duel tersebut sebagai sesuatu yang “menyenangkan” melalui radio timnya sendiri. Namun, dari perspektif kompetitor, intensitas duel tersebut dinilai berada di level agresivitas tinggi yang berpotensi menciptakan risiko insiden.
Russell akhirnya mampu menyalip kedua Ferrari dan mengamankan posisi kedua, finis sekitar 20 detik di depan Hamilton yang meraih podium pertamanya bersama Ferrari sejak bergabung pada musim 2025. Di depan mereka, Kimi Antonelli mengamankan kemenangan untuk Mercedes.
Dalam konferensi pers pasca-balapan, Russell menegaskan bahwa duel antara Leclerc dan Hamilton merupakan salah satu yang paling agresif yang ia saksikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya hanya menunggu mereka bertabrakan, dan entah bagaimana itu tidak terjadi,” kata Russell, dikutip dari PlanetF1.
“Itu adalah salah satu balapan paling agresif yang pernah saya lihat dalam beberapa waktu.”

Dari sisi performa, Russell juga memberikan analisis teknis terkait perbedaan karakteristik antara Mercedes dan Ferrari. Ia menilai Ferrari memiliki keunggulan di sektor tikungan, sementara Mercedes lebih kompetitif di lintasan lurus, menciptakan dinamika pertarungan yang kompleks.
“Ferrari sangat cepat. Mereka lebih cepat di tikungan, tapi lebih lambat di lintasan lurus dibanding kami,” jelasnya.
“Ketika Anda mencoba menyalip dua mobil dengan karakter seperti itu di saat bersamaan, itu tidak mudah.”
Russell juga mengakui bahwa waktu yang hilang saat berada di belakang kedua Ferrari membuat peluangnya untuk menantang Antonelli dalam perebutan kemenangan menjadi sangat kecil. Meski demikian, ia tetap menilai hasil finis kedua sebagai capaian positif dalam konteks keseluruhan akhir pekan.
“Saya rasa akan sangat sulit mengejar Kimi. Dia sangat cepat sepanjang akhir pekan,” tambah Russell.
“Waktu yang hilang di belakang Ferrari membuat saya tidak punya peluang. Tapi secara keseluruhan, ini akhir pekan yang solid.”
Dengan performa Mercedes yang saat ini berada di depan, Russell tetap mengingatkan bahwa keunggulan tersebut tidak dapat dianggap aman, terutama dengan adanya potensi perubahan teknis terkait regulasi mesin oleh FIA dalam beberapa bulan ke depan.
Dinamika internal Ferrari yang terlihat di Shanghai kini menjadi sorotan, khususnya terkait bagaimana tim akan mengelola persaingan antara dua pembalap utamanya. Dengan musim yang masih panjang, keseimbangan antara strategi tim dan kebebasan bertarung akan menjadi faktor krusial dalam menentukan arah persaingan ke depan, termasuk menuju seri berikutnya di kalender Formula 1 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!