George Russell angkat bicara soal pengalamannya bekerja sama dengan psikolog olahraga untuk meningkatkan performa di lintasan Formula 1. Pembalap Mercedes itu mengaku telah menjalani sesi rutin sejak 2020, jauh sebelum tekanan musim ini datang.
Musim 2026 menjadi ujian berat bagi Russell. Ia memulai tahun dengan ambisi merebut gelar juara dunia pertamanya, namun kenyataan di trek berkata lain. Berbagai masalah reliabilitas menghadang, dan yang lebih menyakitkan, ia harus mengakui kecepatan rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang kini unggul 59 poin di klasemen pembalap.
Di tengah situasi yang tidak ideal itu, Russell justru menemukan kekuatan dari sesi psikolognya. Namun ia menegaskan, sesi tersebut bukan hanya untuk bertahan di masa sulit, melainkan untuk menggali potensi maksimal dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

"Saya sudah berbicara terbuka bahwa saya bekerja dengan psikolog olahraga sejak 2020. Tujuannya lebih kepada bagaimana saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik, bagaimana menghadapi tekanan akhir pekan balapan, atau bagaimana mengelola energi sepanjang musim," ujar Russell dalam wawancara eksklusif dengan RacingNews365.
Menariknya, Russell menyebut psikolognya tidak selalu dibutuhkan saat krisis. "Itu sangat membantu, tapi saya beruntung punya orang-orang dekat yang mendukung: tunangan saya, Gwen, dan Toto Wolff," katanya.
Kabar terbaru, sosok penting di balik karier Russell, Gwen Lagrue, akan hengkang dari Mercedes ke Red Bull pada 2027. Spekulasi masa depan Russell di tim pun mencuat, apalagi dengan performa gemilang Antonelli. Namun Russell menegaskan sesi psikolognya membantunya fokus pada kekuatan inti.
"Ini juga membantu saya mengingat apa yang mampu saya lakukan. Ketika saya melihat karier saya, saya melihat kesuksesan; saya ingat kemampuan saya. Itu memberi keyakinan dan kepercayaan diri," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!