George Russell mengaku masih belum sepenuhnya memahami cara memaksimalkan performa Mercedes, meski tampil dominan untuk meraih kemenangan pada GP Austria 2026.
Russell mengonversi pole position menjadi kemenangan setelah memimpin 57 dari total 71 lap di Red Bull Ring. Hasil tersebut menjadi kemenangan ketujuh dalam karier Formula 1 sekaligus yang pertama sejak seri pembuka musim di Australia. Tambahan poin juga memangkas selisih klasemen pembalap menjadi 40 poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli.
Masih Sulit Menemukan Performa yang Konsisten
Meski hasil akhirnya terlihat meyakinkan, Russell mengungkapkan bahwa ia masih kesulitan menemukan keseimbangan ideal antara mobil, setup, dan karakter ban. Menurutnya, performanya sepanjang musim masih terlalu naik turun untuk memberikan rasa percaya diri penuh.

"Saya sangat percaya diri terhadap kemampuan saya sendiri. Yang belum saya yakini adalah bagaimana menyelaraskan mobil, setup, dan ban karena performanya masih sangat naik turun," ujar Russell.
Pernyataan itu mencerminkan tantangan yang dihadapi Mercedes sepanjang musim 2026. Russell mengaku belum memiliki jawaban pasti mengapa performanya bisa berubah drastis hanya dalam hitungan sesi.
Perbedaan Besar Dibanding Antonelli
Sepanjang latihan hingga awal akhir pekan di Austria, Antonelli beberapa kali tampil lebih cepat. Bahkan Russell mengungkapkan dirinya sempat tertinggal sekitar enam persepuluh detik dari pembalap Italia tersebut sebelum akhirnya membalikkan keadaan pada sesi Q3 dan merebut pole position dengan keunggulan sekitar dua persepuluh detik.
"Bahkan akhir pekan ini saya sempat tertinggal enam persepuluh detik dari Kimi, lalu di Q3 justru unggul dua persepuluh detik. Saya benar-benar belum memiliki jawaban mengapa hal itu bisa terjadi," katanya.
Russell menambahkan bahwa ketika mampu mencatat lap terbaiknya, karakter mobil terasa jauh lebih mirip dengan Mercedes musim lalu, saat ia mampu tampil konsisten sepanjang akhir pekan balapan.
Dua Bulan Sulit Menjadi Ujian Mental
Russell juga mengakui beberapa balapan terakhir menjadi periode yang sangat berat. Selain menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan, ia harus bersaing dengan Antonelli yang hampir setiap pekan mampu menunjukkan performa impresif.
"Beberapa bulan terakhir sangat sulit. Ada balapan yang rasanya semua berjalan melawan saya, ditambah performa yang kurang baik. Di sisi lain saya memiliki rekan setim yang tampil luar biasa hampir setiap akhir pekan," jelas Russell.
Menurut pembalap Inggris itu, kondisi tersebut memaksanya membangun kembali mentalitas sebelum memasuki seri Kanada dan Barcelona, yang menjadi titik balik menuju performa lebih kompetitif.
Kemenangan yang Mengembalikan Kepercayaan Diri
Dua pole position beruntun serta kemenangan di Austria menjadi bukti bahwa Russell mulai menemukan kembali ritmenya bersama Mercedes. Meski demikian, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar agar mampu mengeluarkan performa maksimal secara konsisten tanpa bergantung pada kondisi tertentu.
Bagi Russell, kemenangan di Red Bull Ring bukan berarti seluruh persoalan telah terselesaikan. Namun, hasil tersebut menjadi validasi bahwa kerja keras Mercedes dalam memahami karakter mobil mulai membuahkan hasil menjelang putaran berikutnya di Silverstone.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!