MotoGP, Sportrik Media – Pedro Acosta dari tim Red Bull KTM mengakhiri paceklik front row-nya di MotoGP dengan finis kedua pada sesi kualifikasi Portuguese Grand Prix 2025, menyusup di antara pole-sitter Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing dan Fabio Quartararo dari Monster Yamaha di Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve pada 8 November 2025.
Pencapaian Acosta ini bukan hanya milestone pribadi front row pertama dalam 21 upaya musim ini melainkan juga indikator kemajuan signifikan RC16 milik Red Bull KTM, terutama dalam aspek start cepat yang menjadi keunggulan utama di trek berliku Portimao. Kembali ke lokasi podium debutnya di kelas premier, pembalap Spanyol berusia 20 tahun itu memanfaatkan sesi shootout 15 menit untuk membagi barisan depan, menjadikannya favorit holeshot untuk Sprint Race Sabtu dan balapan utama Minggu.
Analisis performa menunjukkan bahwa pengaturan suspensi dan aerodinamika KTM telah disempurnakan pasca-sesi Jumat, di mana Acosta konsisten berada di papan atas meskipun menghadapi sisa genangan air dari hujan semalam. "Di beberapa kualifikasi terakhir kami sudah melakukan pekerjaan bagus, tapi ini akan membuat segalanya lebih mudah," ujar Acosta, seperti dikutip dari sumber resmi MotoGP.com. Pernyataannya menggarisbawahi strategi tim: fokus pada ritme balapan melawan rival seperti Bezzecchi dan Alex Marquez dari BK8 Gresini Ducati, yang dikenal dengan pace luar biasa di jarak panjang.
Bezzecchi, yang merebut pole untuk pertama kalinya di akhir pekan ini, menunjukkan keberanian luar biasa dengan menavigasi patch basah untuk mencetak waktu 1 menit 37,556 detik, memicu perayaan di pit Aprilia. "Kemarin kami membuat langkah bagus dan hari ini saya bisa cepat sejak awal," katanya. "Sangat senang, sangat berterima kasih kepada tim saya, para teknisi. Dan sekarang kami punya dua acara utama, sprint hari ini dan balapan besok, tapi untuk saat ini saya menikmatinya. Mari terus bekerja dan berusaha sebaik mungkin." Dari perspektif tim Aprilia Racing, pole ini menjadi momentum krusial untuk mendekati peringkat konstruktor yang lebih tinggi, meskipun Bezzecchi kerap kesulitan di start musim ini faktor yang justru menguntungkan Acosta sebagai pemburu posisi awal. Secara keseluruhan, sesi kualifikasi ini menguji adaptasi di kondisi campuran, di mana ban slick dan intermediate menjadi penentu, dan Acosta berhasil memanfaatkan kecepatan maksimal RC16 hingga 343 km/jam untuk mengamankan slot premium.
Sementara itu, pemimpin Jumat Alex Marquez sempat memperebutkan pole sebelum jatuh di run akhir, yang menghalangi upayanya rejoin di bawah aturan restart baru MotoGP, sehingga ia start dari posisi kelima. Quartararo, yang lolos dari Qualifying 1, mengklaim slot front row ketiga dengan waktu tak terduga, tapi tetap waspada terhadap defisit pace balapannya. "Sejujurnya, saya tidak menyangka bisa membuat waktu lap ini," akunya. "Sesi pertama saya tanpa earplug, jadi agak kurang fokus! Tapi kami lakukan pekerjaan hebat. Saya tidak menyangka bisa melakukannya. Untuk kami, lap pertama yang bagus, dan saya melakukannya jadi benar-benar senang. Mudah-mudahan kami bisa temukan sedikit pace balapan, yang sebenarnya kami lewatkan." Analisis mendalam menyoroti kontradiksi ini: sementara Yamaha YZR-M1 unggul di kualifikasi, kurangnya ritme jarak jauh menjadi tantangan strategis, terutama melawan Ducati yang mendominasi.
Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team, yang tertinggal lima poin dari Bezzecchi dalam perebutan posisi ketiga klasemen pembalap, menjadi Ducati tercepat di urutan keempat prestasi yang memperkuat posisinya di tengah persaingan akhir musim. Hasil ini juga menandai kemajuan kolektif Ducati, meskipun absennya Marc Marquez akibat cedera membuka ruang bagi pengganti seperti Nicolo Bulega. Dengan Sprint Race 12 lap dimulai pukul 15.00 waktu setempat, front row Acosta tidak hanya menyederhanakan strategi start-nya, tapi juga berpotensi mengubah dinamika poin untuk Red Bull KTM di putaran ke-21 dari 22 seri.
Pada akhirnya, front row debut Acosta di Portuguese GP 2025 menjadi katalisator optimisme bagi KTM, yang kini lebih dekat dengan rival utama berkat kemajuan teknis sepanjang musim. Prospek akhir pekan ini menjanjikan duel sengit di barisan depan, di mana start Acosta bisa menjadi penentu kemenangan, sementara Bezzecchi dan Quartararo harus mengatasi kelemahan masing-masing untuk mempertahankan posisi. Evolusi seperti ini menggarisbawahi daya saing MotoGP 2025, dengan harapan balapan yang tak terlupakan di Portimao.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!