SPONSORED

Franco Colapinto: Pembalap F1 Harus Bicara Lebih Keras Soal Cyberbullying

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Franco Colapinto: Pembalap F1 Harus Bicara Lebih Keras Soal Cyberbullying TO NEWS OVERVIEW
Franco Colapinto: Pembalap F1 Harus Bicara Lebih Keras Soal Cyberbullying

Franco Colapinto angkat bicara soal maraknya perundungan daring yang dialami pembalap Formula 1. Pembalap asal Argentina itu menilai para atlet harus bersuara lebih lantang dan menetapkan batas agar para penggemar sadar akan dampak kata-kata mereka.

Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Franco Colapinto mengungkapkan bahwa meski F1 dan FIA telah meluncurkan inisiatif seperti United Against Online Abuse dan penggunaan AI untuk menyaring komentar kebencian, masih banyak pembalap yang menerima serangan daring setiap hari. "Itulah cara masyarakat sekarang. Dan itu adalah sesuatu yang, menurut saya, kami sebagai atlet perlu berbicara lebih keras dan menetapkan batas," ujarnya.

Colapinto menekankan pentingnya membantu penggemar memahami bahwa kata-kata mereka bisa sangat memengaruhi kondisi mental pembalap. "Sebagai pembalap, kami perlu membantu orang mengerti seberapa besar pengaruh kata-kata mereka. Saya rasa mereka tidak pernah merasakannya karena tidak pernah menerima pesan seperti itu, atau mungkin mereka berpikir kami tidak pernah membacanya," tambahnya.

Christian Horner Launches UK Tour for Tell-All F1 Memoir
Read AlsoChristian Horner Launches UK Tour for Tell-All F1 Memoir

Menurut Colapinto, banyak atlet yang akhirnya memilih menghapus akun media sosial mereka karena tekanan tersebut. Ia menyerukan agar semua orang lebih sadar akan efek dari setiap komentar yang dilontarkan, terutama di era digital yang semakin keras ini.

ADVERTISEMENT

Colapinto juga menyoroti peran pembalap lain yang terkadang justru memperkeruh suasana, misalnya melalui pernyataan di media. Ia mencontohkan insiden kecelakaan Oliver Bearman di Jepang, di mana Bearman menyebut perannya dalam insiden tersebut di sebuah podcast, padahal Colapinto merasa hal itu sebaiknya diselesaikan secara internal.

"Saya mengirim pesan kepadanya langsung setelah balapan dan dia tidak pernah menjawab. Kami tidak pernah membicarakannya setelah itu, tapi kemudian dia mengatakan hal itu tentang saya. Hal-hal seperti itulah yang bisa kami perbaiki dengan cara yang berbeda, lebih mudah, dan tidak dipublikasikan," ungkap Colapinto.

Colapinto mengaku tidak terlalu terpengaruh secara pribadi oleh pesan-pesan kebencian, tetapi ia merasa lebih prihatin ketika hal itu menyangkut keluarga atau orang-orang terdekatnya. Ia berharap para penggemar, termasuk pendukungnya di Argentina, tetap antusias tetapi tetap dalam batas yang wajar.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU