Formula 1, Sportrik Media - Liam Lawson menjadi pilihan utama penggemar Formula 1 untuk kembali ke Red Bull Racing jika Max Verstappen memutuskan meninggalkan tim di masa depan.
Pembalap asal Selandia Baru tersebut sebelumnya sempat dipromosikan ke tim utama pada awal musim 2025 sebagai rekan setim Verstappen. Namun, ia hanya bertahan selama dua balapan sebelum akhirnya digantikan oleh Yuki Tsunoda dan kembali ke tim junior.
Keputusan tersebut diambil setelah dua akhir pekan sulit di Australia dan China, di mana Lawson menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah teknis serta minimnya pengalaman di kedua sirkuit tersebut. Situasi semakin kompleks dengan karakter mobil RB21 yang sulit dikendalikan.

Meski demikian, performa Lawson setelah kembali ke tim junior menunjukkan peningkatan signifikan. Ia mencatatkan hasil terbaik dengan posisi start ketiga di Azerbaijan 2025 dan finis kelima, menegaskan potensinya sebagai kandidat kuat untuk kembali ke tim utama.
Di tengah ketidakpastian masa depan Verstappen—yang sebelumnya mengkritik regulasi terbaru—serta perubahan internal tim, termasuk potensi pergeseran personel kunci, spekulasi mengenai susunan pembalap Red Bull terus berkembang.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan terhadap penggemar Formula 1, Lawson muncul sebagai opsi paling populer untuk menggantikan Verstappen, meskipun tidak meraih mayoritas mutlak.
| Opsi | Persentase |
|---|---|
| Liam Lawson menggantikan Verstappen | 31.57% |
| Rekrut pembalap dari luar program Red Bull | 28.94% |
| Arvid Lindblad menggantikan Verstappen | 18.42% |
| Yuki Tsunoda menggantikan Verstappen | 14.47% |
| Nikola Tsolov menggantikan Verstappen | 3.94% |
| Ayumu Iwasa menggantikan Verstappen | 2.63% |
Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun Lawson menjadi favorit, terdapat perbedaan pandangan yang cukup signifikan di kalangan penggemar terkait strategi terbaik bagi Red Bull dalam menghadapi kemungkinan kepergian Verstappen.
Selain Lawson, opsi untuk merekrut pembalap di luar program Red Bull juga mendapat dukungan besar, mencerminkan keinginan sebagian penggemar untuk melihat pendekatan yang lebih terbuka dalam membangun susunan pembalap tim.
Ke depan, keputusan Red Bull akan sangat bergantung pada dinamika internal tim, performa pembalap yang ada, serta arah teknis mobil dalam menghadapi regulasi baru Formula 1.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap keputusan strategis terkait line-up pembalap akan memiliki dampak signifikan terhadap peluang tim dalam mempertahankan posisi di papan atas kejuaraan dunia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!