Formula 1 semakin dekat dengan perubahan besar pada regulasi mesin setelah para pemangku kepentingan mencapai kesepakatan mengenai arah pengembangan unit tenaga generasi berikutnya. Berdasarkan informasi yang dipahami RacingNews365, F1 tengah mengarah pada mesin V8 turbo 3,0 liter dengan sistem elektrifikasi yang lebih sederhana dan pengurangan bobot minimal 50 kilogram.
Regulasi tersebut sedang dipertimbangkan untuk diperkenalkan pada 2030, satu tahun lebih awal dibanding akhir siklus teknis yang berjalan. Rencana ini akan menjadi perubahan signifikan setelah regulasi mesin 2026 meningkatkan peran baterai dan sistem elektrifikasi dalam unit tenaga.
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem sebelumnya telah menyampaikan keinginannya untuk mengembalikan mesin V8 ke Formula 1. Mesin V8 terakhir digunakan pada 2013, sementara gagasan untuk menghidupkannya kembali mendapat dukungan dari sejumlah prinsipal tim.

Salah satu pembahasan utama adalah apakah mesin generasi berikutnya akan menggunakan turbocharger atau kembali menjadi naturally aspirated. Berdasarkan arah regulasi yang tengah dibahas, turbocharger akan tetap dipertahankan. Mesin tersebut diproyeksikan menghasilkan suara yang lebih keras dibanding unit tenaga saat ini, tetapi tetap mempertimbangkan pembatasan kebisingan di sejumlah sirkuit jalan raya seperti Melbourne, Miami, Madrid, Singapura, Baku dan Las Vegas.
Sistem elektrifikasi juga tidak akan sepenuhnya dihapus. Regulasi baru diproyeksikan menggunakan motor listrik berdaya 100 kW, turun signifikan dari komponen elektrifikasi 350 kW pada unit tenaga generasi saat ini. Tujuannya adalah mempertahankan keterkaitan dengan perkembangan industri otomotif dan elektrifikasi tanpa mempertahankan kompleksitas sistem hybrid pada level sekarang.
Pengurangan bobot juga menjadi bagian penting dari konsep tersebut. Unit tenaga baru dirancang setidaknya 50 kilogram lebih ringan dibandingkan unit saat ini, sejalan dengan keluhan selama beberapa tahun terakhir mengenai bobot mobil Formula 1 modern.
Regulasi baru juga masih harus menentukan sistem bantuan menyalip yang akan menggantikan DRS, yang digunakan hingga akhir musim 2025. Konsep yang sedang dibahas mengarah pada filosofi push-to-pass seperti di IndyCar, yakni tambahan tenaga yang diaktifkan pembalap dalam kondisi tertentu, bukan sistem pengurangan hambatan mekanis.
Namun, sistem push-to-pass tersebut belum mencapai kesepakatan final antara FIA dan para pabrikan. Waktu penerapan regulasi juga masih belum ditetapkan secara definitif, meski 2030 saat ini menjadi tahun yang sedang dibahas. Keputusan akhir akan bergantung pada penyelesaian berbagai detail regulasi yang masih terbuka.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!