Formula 1, Sportrik Media – FIA dan Formula 1 merilis update terminologi resmi untuk regulasi teknis 2026, menyederhanakan istilah agar lebih mudah dipahami penggemar jelang era baru dengan active aerodynamics dan power unit hybrid 50/50.
Perubahan besar mencakup penghapusan MGU-H serta peningkatan output MGU-K dari 120kW menjadi 350kW, menciptakan keseimbangan daya antara mesin pembakaran dan listrik.
Selain itu, DRS digantikan sistem baru yang menempatkan pengemudi lebih sentral dalam strategi energi dan aerodinamika.
Analisis lebih dalam menyoroti empat terminologi utama yang disepakati bersama tim, insinyur, dan penggemar:
Overtake Mode: Digunakan pembalap dalam jarak satu detik di belakang mobil depan untuk deploy daya listrik ekstra, membantu overtake. Bisa dipakai sekaligus atau disebar sepanjang lap, menggantikan fungsi DRS tapi berbasis energi.
Boost Mode: Tombol deploy energi ERS yang dioperasikan pembalap kapan saja, untuk serang atau bertahan, memberikan daya maksimal dari mesin dan baterai.
Active Aero: Penyesuaian dinamis sudut sayap depan-belakang di zona kecepatan tinggi, dengan mode Straight (terbuka untuk drag rendah) dan Corner (tertutup untuk downforce maksimal).
Recharge: Proses isi ulang baterai melalui recovery energi saat pengereman, lift throttle, atau partial power di tikungan.
Namun, F1 menekankan penghindaran jargon rumit seperti X-mode/Z-mode sebelumnya, demi bahasa sederhana dan objektif. Update ini disertai render baru mobil 2026 yang lebih ringkas, dengan wheelbase pendek 200mm dan bobot minimum 770kg.
Prospek racing 2026 diprediksi lebih dinamis, dengan overtaking potensial di tempat tak terduga berkat manajemen energi strategis. Tes privat pertama di Barcelona pada akhir Januari akan jadi momen krusial bagi tim seperti Mercedes, Ferrari, dan Red Bull.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!