SPONSORED

F1 Buka Peluang Pembalap Wanita dalam Beberapa Tahun Lagi

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
F1 Buka Peluang Pembalap Wanita dalam Beberapa Tahun Lagi TO NEWS OVERVIEW
Jessica Hawkins tests an Aston Martin F1 car for the first time © Aston Martin

Setelah penantian lebih dari setengah abad, Formula 1 akhirnya bisa kembali menyaksikan pembalap wanita berlaga di Grand Prix. Keyakinan itu disuarakan oleh Jessica Hawkins, duta sekaligus kepala program F1 Academy di Aston Martin.

Terakhir kali seorang wanita turun di balapan F1 adalah Lella Lombardi pada Grand Prix Austria 1976. Bahkan, pembalap asal Italia itu menjadi satu-satunya wanita yang pernah mencetak poin, dengan setengah poin di GP Spanyol 1975.

Sejak saat itu, beberapa nama sempat mencuat. Susie Wolff menjadi wanita terakhir yang tampil di sesi latihan bebas bersama Williams pada 2014-2015. Sementara Giovanna Amati mencoba lolos ke balapan bersama Brabham pada 1992, namun gagal dalam tiga kesempatan.

Cadillac Stuns F1: Marcin Budkowski Replaces Graeme Lowdon
Read AlsoCadillac Stuns F1: Marcin Budkowski Replaces Graeme Lowdon

Kini, F1 Academy yang memasuki musim keempat menjadi harapan baru. Meski belum ada lulusan yang naik ke F3 atau level di atasnya, Hawkins optimistis itu hanya soal waktu.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir kita hanya berjarak beberapa tahun lagi," ujarnya dalam podcast Road to Success. "Tapi saya yakin itu akan terjadi. Saya akan menjadi penipu jika duduk di sini dan berkata saya tidak berpikir itu akan terjadi."

Hawkins juga menekankan pentingnya peran panutan. "Dulu, saya hanya bisa bermimpi melihat F1 Academy seperti sekarang. Beberapa dari mereka mungkin tidak menyadari betapa berbedanya situasi beberapa tahun lalu," katanya.

Ia menambahkan, "Kejuaraan ini punya kemampuan untuk benar-benar melahirkan pembalap. Beberapa akan tenggelam, beberapa akan berenang. Mereka yang berenang itulah yang akan naik dan memperebutkan kursi F1."

ADVERTISEMENT

Hawkins sendiri menjadi wanita pertama yang menguji mobil F1 Aston Martin pada September 2023 di Hungaroring. Ia membantah mitos bahwa kekuatan fisik menjadi penghalang. "Leher saya memang kaku, tapi itu bukan karena saya wanita. Semua orang yang pertama kali turun di F1 pasti mengalaminya," tegasnya.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU