SPONSORED

Nilai Paruh Musim F1 2026: Williams Alami Kemunduran Mencengangkan

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Nilai Paruh Musim F1 2026: Williams Alami Kemunduran Mencengangkan TO NEWS OVERVIEW
Nilai Paruh Musim F1 2026: Williams Alami Kemunduran Mencengangkan

Williams datang ke musim 2026 dengan ambisi besar. Setelah mengorbankan pengembangan 2025 demi regulasi baru, tim asal Grove itu berharap melompat ke papan atas. Namun, kenyataan di paruh pertama musim ini jauh dari harapan: mobil FW48 yang telat lahir dan kelebihan berat membuat tim justru terperosok ke posisi kesembilan di klasemen konstruktor dengan hanya 11 poin.

Padahal, musim lalu Williams tampil mengejutkan dengan naik dari posisi kesembilan ke kelima, plus dua podium lewat Carlos Sainz di tahun pertamanya. Keputusan Sainz pindah ke Grove daripada Sauber/Audi sempat dianggap sebagai sinyal kepercayaan pada proyek jangka panjang Williams. Tapi sekarang, tim ini justru kesulitan keluar dari zona Q2, dan sejak Grand Prix Miami, baik Sainz maupun Alex Albon gagal mencetak poin lagi.

Masalah Williams hampir sama dengan yang menimpa Aston Martin. Perubahan regulasi yang radikal membuat sistem internal tim kewalahan. Mobilnya datang telat, bahkan melewatkan shakedown di Barcelona. Saat akhirnya tampil, FW48 ternyata kelebihan berat dan kekurangan downforce. Tim harus bertahan hidup sampai upgrade besar terakhir yang dijadwalkan hadir di Grand Prix Azerbaijan pada September.

100 Races for Albon: Williams' Desire to Atone for 2026
Read Also100 Races for Albon: Williams' Desire to Atone for 2026

Kemunduran ini memicu spekulasi tentang masa depan duo pembalapnya. Sainz sendiri blak-blakan mengakui bahwa musim yang buruk ini "benar-benar menguji keyakinan saya". Namun, bos tim James Vowles tetap yakin proyek ini bisa berhasil. Ia menekankan bahwa kedua pembalapnya masih ingin bertahan, meski kepercayaan itu harus dibayar dengan perbaikan nyata.

ADVERTISEMENT

Vowles mengakui bahwa Williams masih tertinggal dalam hal efisiensi organisasi. "Saya tahu seperti apa organisasi yang efisien. Bahkan hari ini, kami kesulitan melakukan banyak hal yang bisa dilakukan tim lain," ujarnya. "Ini tugas kami untuk memperbaikinya, sambil tetap bergerak maju di lintasan."

Ada secercah harapan: Williams sudah merekrut sejumlah insinyur berpengalaman dari tim lain, termasuk mantan pebalap McLaren Piers Thynne dan dua mantan insinyur Mercedes, Dan Milner dan Claire Simpson. Namun, perombakan teknis butuh waktu. Musim 2026 mungkin sudah sulit diselamatkan, tapi upgrade akhir musim akan menjadi ujian penting apakah Williams benar-benar punya kemampuan untuk bangkit.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU