CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa MotoGP tetap berencana menggelar Grand Prix Qatar pada 8 November mendatang. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian jadwal akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang telah memaksa sejumlah ajang motorsport mencari lokasi alternatif.
Ezpeleta mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak berwenang Qatar terus berjalan intensif. "Saat ini idenya adalah pergi. Kami rutin berkomunikasi dengan Qatar, pihak berwenang mengatakan mereka siap menyelenggarakan, dan jika tidak ada perubahan radikal, kami akan tetap pergi," ujarnya kepada DAZN.
Dampak pada Perebutan Gelar
Qatar dijadwalkan menjadi putaran ke-20 musim ini. Dalam situasi persaingan juara yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat berarti. Pembatalan satu balapan bisa mengubah peta kekuatan, terutama jika selisih poin di puncak klasemen sangat tipis. Ezpeleta pun menyadari hal ini dan menekankan bahwa keputusan final akan segera diambil jika kondisi memungkinkan.

Selain itu, konfirmasi mengenai Qatar juga akan memengaruhi penyusunan kalender MotoGP 2027. Ezpeleta menyebut kalender 2027 akan diumumkan "segera, mungkin minggu depan atau setelahnya," dan berharap bisa dirilis sebelum tur Asia dimulai di Jepang pada awal Oktober.
Sebagai informasi, GP Qatar awalnya dijadwalkan pada 12 April lalu, namun ditunda ke November karena konflik. MotoGP sendiri belum mengumumkan rencana pembatalan. Sementara itu, Formula 1 telah lebih dulu merilis jadwal 2027 mereka, dan Qatar biasanya menjadi tuan rumah di awal musim MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan ketegangan yang masih tinggi, para penggemar tentu berharap balapan di Sirkuit Losail tetap bisa digelar. Namun, semua masih menunggu perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Ezpeleta dan tim Dorna akan terus memantau dengan cermat sebelum mengambil keputusan akhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!