Musim kompetisi Alvaro Bautista memang sempat diwarnai inkonsistensi sepanjang tahun 2026 ini, namun secercah harapan besar mendadak muncul ketika ia sukses merangsek kembali ke jajaran enam besar dalam Race 1 WorldSBK Jerez.
Performa impresif ini sebenarnya memperlihatkan kapasitas sang juara dunia untuk bertarung di barisan terdepan, menyusul penampilan kompetitif serupa di Estoril di mana ia hampir mengamankan podium sebelum insiden kecelakaan di fase akhir balapan menggagalkan ambisinya.
Kendati demikian, dalam balapan pembuka di Jerez, faktor utama yang menjegal langkahnya menuju tangga podium bukanlah kesalahan di atas lintasan, melainkan posisi start yang kurang ideal akibat kendala teknis saat sesi Superpole berlangsung.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan kenyamanan optimal ketika menggunakan ban SCQ dalam sesi kualifikasi tersebut, yang akhirnya memaksanya harus puas memulai jalannya balapan dari posisi kesembilan di grid start.
"Saya sangat dekat dengan podium, hanya terpaut satu posisi saja," ujar Alvaro Bautista kepada WorldSBK.com seusai merampungkan Race 1 di Jerez.
"Namun bagaimanapun saya sangat senang dengan performa keseluruhan karena feeling terhadap motor sudah jauh lebih baik. Hari ini kami mengubah beberapa detail kecil untuk melakukan peningkatan dan sejak FP3 saya sudah merasa cukup klop dengan motor."
Lebih lanjut, ia menjelaskan kendala spesifik yang dihadapinya saat memacu kuda besi miliknya menggunakan kompon ban spesifikasi kualifikasi, yang memicu munculnya getaran hebat sehingga menyulitkan proses pengendalian di tikungan.
"Di Superpole, ketika saya menggunakan ban SCQ — itu adalah kali pertama karena pada sesi pagi saya tidak mencobanya — saya merasakan motor mulai mengalami getaran yang sangat agresif dan cukup sulit dikendalikan. Tapi setidaknya saya bisa mengamankan start dari baris ketiga," tambahnya.
Meski sempat keteteran pada fase awal balapan akibat karakteristik inersia motor yang terasa berat, ritme balap jangka panjang miliknya mampu berbicara banyak untuk melakukan aksi-aksi overtake secara masif terhadap pembalap di depannya.
"Saya lebih percaya diri dengan ritme balap. Saya melakukan start normal, tapi di lap-lap awal saya kehilangan banyak waktu karena inersia motor rasanya seperti mengendarai truk! Jadi itu tidak mudah dan saya mencoba bertahan di lap awal," ungkapnya.
"Lalu, lap demi lap, saya bisa mengendarai motor dengan sedikit lebih baik dan mendapatkan ritme saya. Saya mulai menyalip pembalap lain dan sangat menikmatinya. Saya rasa saya adalah pembalap yang paling banyak melakukan overtake di balapan hari ini—setidaknya di rombongan depan."
Dengan sinyal positif dari perubahan set-up minor yang membuahkan hasil signifikan pada feeling berkendara, tim kini berfokus mempertahankan momentum kompetitif tersebut untuk menghadapi rangkaian balapan berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!