Sprint race MotoGP Motegi menyisakan rasa frustrasi mendalam bagi Enea Bastianini. Tampil solid di sepanjang balapan singkat tersebut, pembalap asal Italia ini sempat merayakan keberhasilannya finis di posisi ketiga di belakang para rivalnya. Memanfaatkan awal balapan yang penuh drama akibat insiden Tikungan 1, ia mampu menavigasi jalannya lomba dengan sangat apik di atas motor pabrikan Austria.
Namun, kegembiraan tersebut seketika sirna ketika stewards mengumumkan penalti turun satu posisi akibat pelanggaran batas lintasan yang sangat tipis. Keputusan kontroversial ini merenggut posisi podium sang pembalap, meluncurkannya ke peringkat keempat dan menyerahkan trofi kepada Diogo Moreira. Setibanya di garasi KTM, kemarahan tidak dapat disembunyikan saat ia melayangkan gestur menuntut VAR layaknya dalam pertandingan sepak bola.
Rekaman ulang kemudian memperlihatkan betapa tipisnya margin pelanggaran yang terjadi pada lap pemungkas tersebut. Ban motor sang pembalap menyentuh area hijau tipis di ujung kerb luar tikungan terakhir, meski sama sekali tidak memberikan keuntungan waktu secara nyata. Kendati regulasi berbicara tegas tanpa kompromi, momen pahit ini tetap meninggalkan tanda tanya besar mengenai fleksibilitas aturan batas trek di kelas premier.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!